Horocuxs

Gone with the Wind (Personal Edition)

Posted by: Snowie on: July 4, 2009

Akhirnya selesai juga. Tidak menyangka akan makan waktu selama ini. Sekiar 3x lebih lama dari pertama kalinya.

Jadi begini. Tulisan kali ini akan menceritakan tentang pendapat saya setelah membaca trilogi berjudul Gone with the Wind dengan total 1674 halaman isi. Karangan Margaret Mitchell. Copyright 1936. (gak tahu deh, apa itu juga berarti pertama kali di publish :mrgreen: )

Seperti biasa, sebelum membaca sebuah buku tentunya kita akan tertarik untuk melihat dan membaca sinopsis atau tulisan apapun yang ada di cover buku —baik yang terletak di bagian belakang maupun depan buku— untuk sedikit memberi gambaran kira-kira akan seperti apa isi buku tersebut. Itulah yang saya lakukan dan menemukan kalimat yang mengesankan. Singkat namun mengesankan.

Seperti ini kalimatnya, tertulis dengan huruf kapital di bagian belakang cover.

KISAH CINTA SCARLETT O’HARA DAN RHETT BUTLER YANG TAK TERLUPAKAN SEPANJANG MASA

Dengan begitu, tentu saja saya sudah bersiap-siap untuk menemukan alur cerita yang mana akan menggambarkan cinta kedua orang tersebut, dan mulailah membaca.

***

Setting cerita dimulai pada suatu siang di bulan April 1861. Saat itu seorang gadis muda bernama Scharlett O’hara, berusia 16 tahun yang merupakan primadona di daerahnya. Tidak cantik sebenarnya tapi memiliki penampilan dan kepribadian menarik, sedang bercakap-cakap dengan dua orang pemuda kenalannya. Dari sana pembaca (saya) digiring untuk masuk ke informasi mengenai rencana pernikahan Ashely Wilkes dan Melanie Hamilton yang mana pertunangan mereka akan diumumkan pada pesta di Twelve Oaks besok malam, kediaman keluarga Wilkes.

Saya, sebagai pembaca entah bagaimana akhirnya malah terfokus terhadap penokohan Scarlett. Mengikuti semua jalan cerita melalui sudut pandang Scarlett. Dan bisakah anda mengira apa yang terjadi? tentu saja saya kehilangan arah. Karena sejak perbincangan tentang Asley dimulai, diketahuilah bahwa ternyata Scarlett jatuh cinta padanya. Ia tak dapat menerima kenyataan bahwa Ashley akan menikah dengan gadis lain. karena sudah tidak ada waktu lagi, Scarlett pun menyusun rencana untuk menggagalkan pernikahan itu pada hari pertunangan diumumkan (itulah pertama kali Scharlett bertemu Rhett Butler). Sayang, setalah dengan nekat menyatakan cinta dan ditolak, walaupun Ashley mengakui juga mencintai Scarlett tapi tak dapat menikahinya karena alasan perbedaan pola pikir, Ia gagal. Karena dendam, Scarlett memutuskan menikah dengan Charles Hamilton, kakak dari Melanie Hamilton, seorang pemuda yang tampan yang juga tergila-gila pada nya, tapi bagi Scarlett, Ia terlihat tolol, sehari sebelum pernikahan Ashley. Sesuatu yang pada akhirnya disesali Scarlett.

Walaupun menikah dengan orang lain, Scarlett mendapati dirinya tak dapat menghilangkan rasa cintanya pada Ashley, malah cinta itu makin dalam lagi, dan sedikitpun Ia tidak mencintai suaminya sendiri. Di masa itu pula, perselisihan antara orang selatan dan orang yankee akhirnya berubah menjadi perang, maka seluruh penduduk selatan yang berjenis laki-laki dan cukup umur pergi untuk bertempur di medan perang. Scarlett pun menjadi janda setelah 2 bulan pernikahannya.

Intinya, walaupun Sharlett telah menikah dan Ashley pun telah menikah dengan orang lain, Scarlett TETAP mencintai Ashley, apalagi sejak Scarlett telah berubah status menjadi janda. Kini pikirannya selalu mengarah pada Ashley dan selalu mencari cara untuk mengetahui bahwa Ashley pun masih mencintai nya. Scarlett berupaya dengan segala cara, dengan segala pikiran buruk dan egonya untuk kembali memperoleh Ashley, walau apapun yang telah terjadi. Ditengah konflik itu muncullah Kapten Rhett Butler.

Setelah menyelesaikan seluruh halaman, saya masih bertanya-tanya. Mana kisah cinta Scarlett dan Rhett? Rasanya seluruh halaman di ketiga buku, hanya ada cerita tentang keinginan besar Scralett untuk menikah dan memiliki Ashley. Ia begitu mencintai Ashley. Tapi, kenapa di sinopsis dikatakan kisah cinta Scarlett dan Rhett? Bukan Scarlet dan Ashely?

Pada akhirnya memang, setelah penceritaan yang panjang, Scarlett menikah dengan Rhett, tapi saat itupun saya masih tidak bisa dengan yakin kalo dia sudah melupakan Ashely dan berbalik mencintai Rhett. Bahkan Rhett berulang kali mengatakan Ia tidak mencintai Scarlett dihadapannya. Walaupun pada akhirnya meminta Scarlett untuk bersedia menikah dengannya.
.
.
.
Dengan itu saya memutuskan untuk membaca ulang. Lebih focus pada Rhett dan Ashley kali ini. Barulah saya menyadari hal-hal yang dilakukan Rhett dalam usahanya mendapatkan Scarlett. Sesuatu yang saya lewatkan begitu saja. Betapa terkejutnya saya mendapati bahwa ternyata Rhett dengan sikapnya yang sinis dan menjengkelkan, sudah berupaya dengan segala cara untuk mendapatkan Scarlett sejak Ia bertemu dengannya saat di pesta pertunangan Ashley pada bulan April 1861 yang lalu. Dan kali ini saya yakin, walau sampai akhir tidak dengan sungguh-sungguh mengakuinya, Rhett BENAR-BENAR telah jatuh cinta pada Scarlett sehingga ingin menikahinya, karena tidak ada cara lain bagi Rhett untuk mendapatkan Scarlett kecuali dengan menikahinya.

tapi, biar begitu, saya masih merasa kurang puas dengan kisah cinta antara Scarlett dan Rhett. Saya melihatnya Scarlett hanya terjebak oleh ‘pesonanya’ Rhett. Dia tidak dengan tulus mencintai Rhett. tidak seperti cintanya pada Ashey. Walaupun pada akhirnya cinta Scarlett pada Ashley hanya malah menyusahkan Ashley saja. Ashley begitu menderita mendapatkan cinta dari seseorang yang tak mungkin pernah bisa Ia nikahi. Parahnya lagi, Ia sebenarnya juga mencintai Scarlett dan juga memiliki keinginan terhadapnya. tapi, itu semua juga salah Ahley sendiri. Dia yang tidak tegas.

***

Berakhirlah sudah. Banyak hal yang tidak dapat saya ceritakan di sini, sesuatu yang penting dan juga menurut saya berharga. Cerita tentang pesan moral dan juga terkait dengan kepercayaan terhadap Tuhan, kehidupan sosial yang penuh aturan, tatakrama, dan sikap sopan santun. Rasanya menyenangkan juga membaca kisah tentang masyarakat yang memiliki aturan yang jelas dan kaku dalam bergaul dan bermasyarakat pada kalangan-kalangan tertentu. Pelanggaran dan penyalahan sikap atas aturan-aturan tersebut oleh para tokohnya menjadi konflik cerita yang menarik tersendiri. Pertentangan antara ego, pemikiran-pemikiran revolusioner dan peraturan yang terlalu kaku. Ah, sayang sekali, kalau itu saya lakukan, menceritakan apa-apa yang ingin saya ceritakan, bisa-bisa saya menyaingi bukunya sendiri.  Dan rasayanya tidak akan cukup waktu sehari untuk mengetikkannya :mrgreen:
Bagi yang tertarik, silahkan baca bukunya. Jamin deh. Gak nyesel. :mrgreen:

Cuma Kebetulan

Posted by: Snowie on: June 4, 2009

Saat ini ilmu pengetahuan sudah berkembang dengan begitu pesatnya. Banyak hal-hal yang dulunya berupa mistery sekarang sudah punya kejelasan teori. Dan teori yang banyak digunakan saat ini adalah teori Quantum. Tak pelak banyak buku-buku yang memiliki embel-embel Quantum di belakangnya.

Disini saya ingin sedikit membahas soal energi quantum yang disebut Quanta –sebentuk vibrasi atau getaran energi halus yang tak kasat mata namun menyelimuti segala yang ada di dunia ini. Sederhananya, tubuh kita, binatang, tumbuhan, batuan, air adalah kumpulan quanta yang terlihat, sementara diasumsikan pikiran, udara dan perasaan adalah quanta yang tidak terlihat. Namun apapun wujudnya sebenarnya segala sesuatu yang ada di dunia ini memiliki keterikatan satu sama lain.

Tentu saja saya tak ingin membahas panjang lebar mengenai quanta yang terlihat ini. Saya hanya ingin sedikit menemukan kejelasan mengenai pikiran yang saling terhubung melampaui batas ruang dan waktu.

Di sebuah buku, saya pernah menemukan pernyataan yang menyatakan bahwa pikiran manusia itu pada frekwensi yang sama saling terhubung. Jika ada seseorang yang memiliki pancaran gelombang energi dengan frekwensi 25 Hz, maka orang-orang lain yang memiliki frekwensi sama atau kelipatannya akan juga sedang memikirkan hal yang sama. Dengan demikian saya berpendapat bahwa manusia dengan quanta tertentu yang sama pada pikiran dan hatinya juga saling terhubung dengan manusia yang lain di belahan bumi manapun.
So, kita tidak pernah benar-benar sendiri. Saat kita sedang sedih karena sesuatu, ada orang lain di luar sana yang juga memiliki kesedihan yang sama dengan kita. Ketika kita sedang memikirkan sesuatu juga ada manusia lain di luar sana juga sedang memikirkan hal yang sama dengan yang kita pikirkan. Do you feel familiar with these sentences?
.
.
.
Setelah anda membaca hal di atas apa yang ada dipikiran anda sekarang? Jika anda seorang blogger, setelah membaca ini, apa yang anda pikirkan tentang menemukan beberapa tulisan di blog lain yang ternyata menggambarkan pikiran anda? Apakah anda masih berfikir bahwa mereka memplagiat tulisan anda? atau anda berfikir bahwa ia telah menyabotase pikiran anda? atau anda masih berfikir bahwa mereka telah menggunakan ide anda tanpa permisi? atau anda dengan percaya dirinya berfikir bahwa seseorang telah begitu memperhatikan anda sehingga begitu mengenal anda sedalam itu? Pikiran dan perasaan?

Sebenarnya, walaupun sudah memiliki teori tersebut di atas di kepala saya, tapi saya masih selalu bertanya-tanya kenapa saya bisa bertemu dengan seseorang yang memiliki pikiran yang sama dengan saya. Parahnya, kalo di dunia perbloggeran, yang paling cepat mempublish tulisan lah yang di anggap orisinil. Kalo ada blogger lain yang menulis hal serupa, dikira blogger tersebut terinspirasi dari si blogger pertama. Bukan kah itu mengganngu? seolah-olah kita tidak punya pikiran kita sendiri?

Mungkin benar, seseorang itu terinspirasi, tapi tidak dengan cara seperti yang dipikirkan oleh kebanyakan orang. Ispirasi itu mengalir di LEVEL QUANTUM!

Oh ya, ada yang mempertanyakan kenapa blogger? yah, tentu saja karna saya seorang blogger dan IMO seorang blogger menuliskan apa yang ada di pikiran mereka. Dan lagi di dunia maya ini, untuk bertemu dengan manusia dari bangsa manapun yang jaraknya ratusan, ribuan kilometer dari anda bukan hal yang mustahil. Syaratnya anda cukup mengerti bahasa tulisan mereka. Anda akan terkejut betapa banyaknya pikiran yang serupa dengan yang anda miliki.

The Power of Social Status

Posted by: Snowie on: June 2, 2009

Tangan ku gemetaran, lutut ku goyah, badan ku melemas. Tapi aku harus bertahan sekuat tenaga untuk terlihat tegar. Ini harus ku lakukan. Aku HARUS tunjukkan pada mereka aku bisa mengintimidasi mereka dengan segenap self-esteem dan status sosial ku di mata mereka.

***

Tadi, sepulang dari ngajar les, aku melihat sekumpulan anak sekolah berkumpul tepat di depan simpang tiga jalan masuk ke arah rumah ku.

Aku bertanya-tanya apa yang sedang mereka lakukan di sana. Ketika sudah sampai di persimpangan dan bermaksud untuk membelokkan motor, aku makin curiga dengan keberadaan mereka. Untuk memastikan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan, dengan masih duduk di atas motor yang tetap menyala, aku bertanya apa yang sedang mereka lakukan di sana pada salah salah seorang dari mereka. Tapi yang ditanya bukannya menjawab, malah pasang tampang bingung dan beberapa diantara mereka malah memilih pergi. Mendapati hal itu aku melihat kearah pandangan beberapa anak lain, yang dengan ekspresi entah bagaimana, melihat ke satu titik di seberang jalan dari tempatku berada. Sayang tempat yang di tuju tak dapat dilihat dari keberadaanku semula. Jadi kuputuskan untuk mematikan mesin dan turun dari motor menuju tempat yang dimaksud. Dan tahulah kita apa yang sedang terjadi.
.
.
.
Di sana, lapangan pinggir jalan yang datarannya lebih rendah sekitar 1 meter dari permukaan jalan, terlihat dua anak laki-laki berseragam SMA sedang bergumul seru. Aku mendekat sambil mengatakan beberapa kalimat yang kupikir bisa menghentikan mereka meskipun diucapkan dengan nada yang cukup rendah. Aku sudah cukup letih (karna baru pulang dari ngajar dan bawa motor itu ternyata melelahkan juga) dan tegang untuk bisa menjerit-jerit memarahi mereka…
…dan setelah lebih dekat, ternyata yang sedang kelahi itu, salah satunya adalah mantan murid ku (aku pernah mengajar di kelasnya satu semester lebih sebelum aku keluar dari sekolah ybs.

Mengetahui keberadaan ku, mereka menghentikan pergumulannya dan memisahkan diri. Setelah itu, aku beralih mengomeli yang lain yang cuma menyaksikan saja kejadian itu. Bukannya melerai ke duanya, malah dijadikan tontonan. Apa sih yang mereka pikirkan?

Tapi aku bersyukur, karena akhirnya mereka mau berhenti sesaat setelah keberadaan ku di sana.

Ku akui, aku bukan guru mereka lagi, tapi ternyata status pernah menjadi guru mereka sudah cukup untuk menghentikan mereka.

Aku merasa, seandainya beberapa di antara mereka bukan mantan murid ku, atau Aku tidak pernah jadi guru salah seorang dari mereka, Aku nggak yakin mampu menghentikan pergumulan tersebut dengan cepat. Bahkan aku malah ragu punya cukup keperdulian untuk berani ikut campur.

Sebenarnya aku juga gak begitu yakin dengan diriku mengingat aku bisa dikatakan masih sangat muda untuk selevelan anak SMA dan pengalaman mengajarku juga belum genap satu tahun, apalagi masalah di luar jam sekolah. Namun aku senang juga, karena mereka masih punya jiwa menghargai orang yang lebih dewasa dan aku yakin terlebih lagi berdasarkan status sosial ku di mata mereka. Karna bagi seorang murid, seorang guru tetaplah seorang guru sampai kapanpun. Meski mereka tidak lagi belajar dengan guru yang dimaksud

Ah syukurlah mereka sudah berhenti. Semoga mereka tidak lagi mengulanginya. Walau aku meragukannya.
Ah, anak cowok. Suka kali berantem sebagai jalan menyikapi masalah. *sigh*

Jalan yang ku pilih

Posted by: Snowie on: June 1, 2009

Setiap tindakan adalah cerminan dari kondisi ruhiyah seseorang. Bagi seorang penilis, tulisannya adalah cerminan dari keadaan itu

Banyak hal yang ingin saya ceritakan di sini. Ngak sabar rasanya untuk bisa membahas pendapat saya tentang Twiligt (setelah berhasil nonton filmnya beberapa hari lalu sebanyak dua kali dalam kurun waktu kurang lebih 24 jam) tapi itu bisa menunggu, untung Clair de Lune-nya Debussy ada di salah satu list CD compilasi musik klasik yang saya punya untuk membantu menyegarkan ingatan kapan pun dibutuhkan (bukankah itu menyenangkan?), atau tentang novel trilogi Gone with the Wind yang saat ini sedang saya baca juga untuk ke dua kalinya, memastikan saya mengerti dengan baik hal-hal yang diperlukan untuk sebuah interpretasi.

Ada hal yang saya pikir lebih penting untuk diceritakan. Tentu saja berdasarkan pendapat pribadi. Ini ada kaitannya dengan kutipan di atas. Yah, benar suadara-saudara, beberapa waktu kebelakang saya sering sekali memikirkan banyak hal. Hal-hal yang berkaitan dengan hidup dan kehidupan.

Bagi saya, kehidupan itu erat kaitannya dengan agama. Segala hal tentang agama beserta aturan-aturannya. Pilihan mana yang kita ambil, apakah mengikuti aturan tersebut atau mengabaikannya sama sekali.
.
.
.
Kemarin, tepatnya pada hari Minggu 31 Mei, sebagai salah satu anggota pengajian mingguan dari kelompok, saya diajak untuk serta dalam “Wisata keluarga” yang diadakan oleh orang-orang dari kalangan aktivis Islam yang bagi orang umum lebih dikenal dengan “orang-orang PKS”. Rombongan terdiri dari atas beberapa keluarga aktivis yang memenuhi satu bus dan beberapa mobil pribadi, dan satu mobil dinas. Bicara soal mobil dinas, apalagi kalo bukan mobil WaWaKo Pariaman karena beliau merupakan salah satu “orang PKS”. Bangga juga sih ada orang penting di rombongan kami :mrgreen: Oh ya, saya ikut di mobil uni mentor saya.

Perjalanan dilakukan dari Pariaman menuju daerah wisata yang disebut Danau Singakarak berada si wilayah Solok. Diperjalanan menuju Danau singkarak, kami mampir di Pasar Padang Panjang untuk membeli hadiah. Secara dalam wisata keluarga ada acara “game” buat peserta rombongan. dan kebetulan saja bendaharawan acara tersebut ikut dalam mobil yang saya tumpangi. Sebenarnya walaupun sering lewat padang panjang saya bisa dibilang belum pernah menjejakkan kaki di pasar tersebut. :P
…. dan di perjalanan kali inilah saya bisa benar-benar bisa menikmati pesona pasar padang panjang dan memiliki teman untuk sedikit berjalan-jalan menapakinya.

Misty Lake

Sesampainya di lokasi, setelah menunaikan Sholat dan makan siang, acara dilanjutkan dengan game buat anak-anak yang didampingi para ibu sedangkan para ayah juga punya game sendiri. (Kami, para wanita muda dan masih single cukup jadi penonton saja sambil nunggui perlengkapan yang ditinggalkan). Juga ada acara naik sampan keluarga mengarungi danau yang dilingkupi kabut kiriman. Rangakaian acara di tutup dengan mandi-mandi di danau. Acara berlangsung sangat meriah dan sarat makna. Saya sampai di rumah sekitar jam 8.30 malam. tanpa merasa kelelahan.
.
.
.
Selama perjalanan itu, saya memperlajari banyak hal. Saya memperhatikan bagaimana polah tingkah laku para keluarga aktivis muda itu. Bagaimana mereka berlaku sebagai suami istri di muka umum, bagaimana mereka memperlakukan anak-anak mereka yang rata-rata masih kecil, paling besar sekitaran SD.

Saya juga melihat, walaupun mereka terdiri dari beberapa keluarga yang berbeda dan bahkan tidak punya ikatan darah antara keluarga satu dengan yang lain, tapi mereka sangat akrab. Melebihi saudara. Mereka dengan mudah saling percaya. Juga terhadap anak-anak mereka. Kadang saya sampai bingung, siapa anak siapa.

Pembicaraan mereka pun jauh dari hal yang sia-sia. Pada dasarnya mereka itu tidak berbeda dengan para ibu-ibu yang lain. Yang membedakan mereka hanyalah pembicaraan saat mereka berkumpul. Mereka, Para ibu-ibu aktivis itu, banyak membicarakan hal-hal yang membawa kebaikan, baik itu untuk umum maupun untuk keluarga mereka. Tidak ada pembicaraan mengenai hal-hal buruk ataupun menggunjingkan orang lain. Sungguh sejuk dan nyaman sekali jiwa ini dan perjalanan panjang pun tak terasa melelahkan sama sekali….. Berada ditengah-tengah mereka merupakan suntikan spirit buat saya.

Bahkan Saya pada akhirnya juga bisa merasakan bahwa saya bagian dari mereka. Bisa merasakan kedekatan seperti layaknya saudara, atau keluarga. Perasan yang sama seperti saya terhadap para sepupu yang memiliki hubungan darah dengan saya. Itukah yang namanya Ukhuwah Islamiah? Bukan berupa Dogma, tapi memang perasaan yang dirasakan di hati.

Kemudian Saya membandingkan ketika saya berada di rombongan orang umum. yah, misalnya ketika saya ikut jalan-jalan para guru-guru SMU di akhir semester hampirsetahun yang lalu. Selama perjalanan mereka sedikit sekali membicarakan hal-hal yang bermanfaat. pembicaraan mereka tidak jauh dari kesenangan pribadi. Berada terlau lama dengan mereka menguras habis energi saya. Dan saya sampai di rumah dengan sangat kelelahan. terutama mental dan pikiran.

Inilah dia, kesan yang saya dapat dari perjalanan kemarin. Menuliskannya sebagai penanda suasana hati. Keadaan Ruhi. Saya masih akan terus berproses. tapi saya senang karena akhirnya saya kembali bersama mereka setelah beberapa tahun memisahkan diri.

***

Penutup

Diantara banyaknya pilihan jalan yang harus ditempuh, saya memilih jalan ini. Setidaknya untuk saat ini. Berjalan bersama dengan mereka para perindu surga. Dimana surga adalah tempat orang-orang yang bahagia, hidup dengan damai dan bahagia.

Walupun saya tahu, saya akan tetap saya dengan segala kelebihan dan kekurangan. Namun dari sisi yang berbeda.

Tersenyumlah ^^

Posted by: Snowie on: May 5, 2009

Desclimer!

From Me Kisah ini saya dapat dari salah satu anggota milis alumni ex. Kampus saya. Saya pikir, ada baiknya kalo saya bagi dengan teman-teman blogger di sini, semoga ada manfaatnya ^^

~*~

Prolog dari si pengirim:

Kisah di bawah ini adalah kisah yang saya dapat dari milis alumni Jerman, atau warga Indonesia yg bermukim atau pernah bermukim di sana. Demikian layak untuk dibaca beberapa menit, dan direnungkan seumur hidup.

~*~

Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi. Sang Dosen sangat inspiratif, dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya.

Tugas terakhir yang diberikan ke para siswanya diberi nama “Smiling.” Seluruh siswa diminta untuk pergi keluar dan memberikan senyumnya kepada tiga orang asing yang ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi mereka. Setelah itu setiap siswa diminta untuk mempresentasikan di depan kelas. Saya adalah seorang yang periang, mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang. Jadi, saya pikir, tugas ini sangatlah mudah.
Setelah menerima tugas tsb, saya bergegas menemui suami saya dan anak bungsu saya yang menunggu di taman di halaman kampus, untuk pergi ke restoran McDonald’s yang berada di sekitar kampus. Pagi itu udaranya sangat dingin dan kering. Sewaktu suami saya akan masuk dalam antrian, saya menyela dan meminta agar dia saja yang menemani si Bungsu sambil mencari tempat duduk yang masih kosong.

Ketika saya sedang dalam antrian, menunggu untuk dilayani, mendadak setiap orang di sekitar kami bergerak menyingkir, dan bahkan orang yang semula antri di belakang saya ikut menyingkir keluar dari antrian.

Suatu perasaan panik menguasai diri saya, ketika berbalik dan melihat mengapa mereka semua pada menyingkir? Saat berbalik itulah saya membaui suatu “bau badan kotor” yang cukup menyengat, ternyata tepat di belakang saya berdiri dua orang lelaki tunawisma yang sangat dekil! Saya bingung, dan tidak mampu bergerak sama sekali.
Ketika saya menunduk, tanpa sengaja mata saya menatap laki-laki yang lebih pendek, yang berdiri lebih dekat dengan saya, dan ia sedang “tersenyum” ke arah saya. Lelaki ini bermata biru, sorot matanya tajam, tapi juga memancarkan kasih sayang. Ia menatap ke arah saya, seolah ia meminta agar saya dapat menerima ‘kehadirannya’ di tempat itu.
Ia menyapa “Good day!” sambil tetap tersenyum dan sembari menghitung beberapa koin yang disiapkan untuk membayar makanan yang akan dipesan. Secara spontan saya membalas senyumnya, dan seketika teringat oleh saya ‘tugas’ yang diberikan oleh dosen saya. Lelaki kedua sedang memainkan tangannya dengan gerakan aneh berdiri di belakang temannya.

Saya segera menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental, dan lelaki dengan mata biru itu adalah “penolong”nya. Saya merasa sangat prihatin setelah mengetahui bahwa ternyata dalam antrian itu kini hanya tinggal saya bersama mereka,dan kami bertiga tiba2 saja sudah sampai di depan counter.

Ketika wanita muda di counter menanyakan kepada saya apa yang ingin saya pesan, saya persilahkan kedua lelaki ini untuk memesan duluan. Lelaki bermata biru segera memesan “Kopi saja, satu cangkir Nona.” Ternyata dari koin yang terkumpul hanya itulah yang mampu dibeli oleh mereka (sudah menjadi aturan di restoran disini, jika ingin duduk di dalam restoran dan menghangatkan tubuh, maka orang harus membeli sesuatu). Dan tampaknya kedua orang ini hanya ingin menghangatkan badan.

Tiba2 saja saya diserang oleh rasa iba yang membuat saya sempat terpaku beberapa saat, sambil mata saya mengikuti langkah mereka mencari tempat duduk yang jauh terpisah dari tamu2 lainnya, yang hampir semuanya sedang mengamati mereka…
Pada saat yang bersamaan, saya baru menyadari bahwa saat itu semua mata di restoran itu juga sedang tertuju ke diri saya, dan pasti juga melihat semua ‘tindakan’ saya.
Saya baru tersadar setelah petugas di counter itu menyapa saya untuk ketiga kalinya menanyakan apa yang ingin saya pesan. Saya tersenyum dan minta diberikan dua paket makan pagi (di luar pesanan saya) dalam nampan terpisah.

Setelah membayar semua pesanan, saya minta bantuan petugas lain yang ada di counter itu untuk mengantarkan nampan pesanan saya ke meja/tempat duduk suami dan anak saya. Sementara saya membawa nampan lainnya berjalan melingkari sudut ke arah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu untuk beristirahat. Saya letakkan nampan berisi makanan itu di atas mejanya, dan meletakkan tangan saya di atas punggung telapak tangan dingin lelaki bemata biru itu, sambil saya berucap “makanan ini telah saya pesan untuk kalian berdua.”

Kembali mata biru itu menatap dalam ke arah saya, kini mata itu mulai basah berkaca2 dan dia hanya mampu berkata “Terima kasih banyak, nyonya.”

Saya mencoba tetap menguasai diri saya, sambil menepuk bahunya saya berkata “Sesungguhnya bukan saya yang melakukan ini untuk kalian,Tuhan juga berada di sekitar sini dan telah membisikkan sesuatu ke telinga saya untuk menyampaikan makanan ini kepada kalian..”
Mendengar ucapan saya, si Mata Biru tidak kuasa menahan haru dan memeluk lelaki kedua sambil terisak-isak. Saat itu ingin sekali saya merengkuh kedua lelaki itu.

Saya sudah tidak dapat menahan tangis ketika saya berjalan meninggalkan mereka dan bergabung dengan suami dan anak saya, yang tidak jauh dari tempat duduk mereka. Ketika saya duduk suami saya mencoba meredakan tangis saya sambil tersenyum dan berkata “Sekarang saya tahu, kenapa Tuhan mengirimkan dirimu menjadi istriku, yang pasti, untuk memberikan ‘keteduhan’ bagi diriku dan anak2ku!”

Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan saat itu kami benar2 bersyukur dan menyadari, bahwa hanya karena ‘bisikanNYA’ lah kami telah mampu memanfaatkan ‘kesempatan’ untuk dapat berbuat sesuatu bagi orang lain yang sedang sangat membutuhkan.
Ketika kami sedang menyantap makanan, dimulai dari tamu yang akan meninggalkan restoran dan disusul oleh beberapa tamu lainnya, mereka satu persatu menghampiri meja kami, untuk sekedar ingin ‘berjabat tangan’ dengan kami. Salah satu di antaranya, seorang bapak, memegangi tangan saya, dan berucap “Tanganmu ini telah memberikan pelajaran yang mahal bagi kami semua yang berada disini, jika suatu saat saya diberi kesempatan olehNYA, saya akan lakukan seperti yang telah kamu contohkan tadi kepada kami.”
Saya hanya bisa berucap “terimakasih” sambil tersenyum. Sebelum beranjak meninggalkan restoran saya sempatkan untuk melihat ke arah kedua lelaki itu, dan seolah ada ‘magnit’ yang menghubungkan bathin kami, mereka langsung menoleh ke arah kami sambil tersenyum, lalu melambai2kan tangannya ke arah kami. Dalam perjalanan pulang saya merenungkan kembali apa yang telah saya lakukan terhadap kedua orang tunawisma tadi, itu benar2 ‘tindakan’ yang tidak pernah terpikir oleh saya.
Pengalaman hari itu menunjukkan kepada saya betapa ‘kasih sayang’ Tuhan itu sangat HANGAT dan INDAH sekali!

Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliah dengan ‘cerita’ ini di tangan saya. Saya menyerahkan ‘paper’ saya kepada dosen saya. Dan keesokan harinya, sebelum memulai kuliahnya saya dipanggil dosen saya ke depan kelas, ia melihat kepada saya dan berkata, “Bolehkah saya membagikan ceritamu ini kepada yang lain?” dengan senang hati saya mengiyakan.
Ketika akan memulai kuliahnya dia meminta perhatian dari kelas untuk membacakan paper saya. Ia mulai membaca, para siswapun mendengarkan dengan seksama cerita sang dosen, dan ruangan kuliah menjadi sunyi. Dengan cara dan gaya yang dimiliki sang dosen dalam membawakan ceritanya, membuat para siswa yang hadir di ruang kuliah itu seolah ikut melihat bagaimana sesungguhnya kejadian itu berlangsung, sehingga para siswi yang duduk di deretan belakang di dekat saya di antaranya datang memeluk saya untuk mengungkapkan perasaan harunya.

Di akhir pembacaan paper tersebut, sang dosen sengaja menutup ceritanya dengan mengutip salah satu kalimat yang saya tulis di akhir paper saya. “Tersenyumlah dengan ‘HATImu’, dan kau akan mengetahui betapa ‘dahsyat’ dampak yang ditimbulkan oleh senyummu itu..”
Dengan caraNYA sendiri, Tuhan telah ‘menggunakan’ diri saya untuk menyentuh orang-orang yang ada di McDonald’s, suamiku, anakku, guruku, dan setiap siswa yang menghadiri kuliah di malam terakhir saya sebagai mahasiswi. Saya lulus dengan 1 pelajaran terbesar yang tidak pernah saya dapatkan di bangku kuliah manapun, yaitu: “PENERIMAAN TANPA SYARAT.”

Banyak cerita tentang kasih sayang yang ditulis untuk bisa diresapi oleh para pembacanya, namun bagi siapa saja yang sempat membaca dan memaknai cerita ini diharapkan dapat mengambil pelajaran bagaimana cara MENCINTAI SESAMA, DENGAN MEMANFAATKAN SEDIKIT HARTA-BENDA YANG KITA MILIKI, dan bukannya MENCINTAI HARTA-BENDA YANG BUKAN MILIK KITA, DENGAN MEMANFAATKAN SESAMA!

Orang bijak mengatakan: Banyak orang yang datang dan pergi dari kehidupanmu, tetapi hanya ’sahabat yang bijak’ yang akan meninggalkan JEJAK di dalam hatimu.
Untuk berinteraksi dengan dirimu, gunakan nalarmu. Tetapi untuk berinteraksi dengan orang lain, gunakan HATImu! Orang yang kehilangan uang, akan kehilangan banyak, orang yang kehilangan teman, akan kehilangan lebih banyak! Tapi orang yang kehilangan keyakinan, akan kehilangan semuanya!

Tuhan menjamin akan memberikan kepada setiap hewan makanan bagi mereka, tetapi DIA tidak melemparkan makanan itu ke dalam sarang mereka, hewan itu tetap harus BERIKHTIAR untuk bisa mendapatkannya.
Orang-orang muda yang ‘cantik’ adalah hasil kerja alam, tetapi orang-orang tua yang ‘cantik’ adalah hasil karya seni. Belajarlah dari PENGALAMAN MEREKA, karena engkau tidak dapat hidup cukup lama untuk bisa mendapatkan semua itu dari pengalaman dirimu sendiri

~*~

Best Regard to
Pak samsul bahari
Thank you for sharing

:: UPDATE

ada baiknya kalo saya link ke sini ^^

Which one will you do

Posted by: Snowie on: April 19, 2009

If you were given a chococlate, cookies, or snack from someone who seems that He/She likes you, but you don’t, WHAT would you do?

    A. Just accept it.

    B. Refuse it.

    C. Accept it, but after that you throw it away.

    D. Accept it, then just keep it, or put it in your drawer until it expire. Thus, put it in the wastebasket.

    E. Accept it, then give it to someone else

Which one do you like best

Posted by: Snowie on: April 14, 2009

Pada pertanyaan “Do you like…..” dapat dengan mudah dijawab dengan “Yes, I do” or “No, I don’t”. tapi saat ditanya “which one do you like best” kita harus memilih salah satu dari banyak pilihan dan ini agak sedikit sulit. :mrgreen:

Tema pelajaran kali itu adalah “FRUITS”.

Untuk melatih kemampuan speaking, di akhir sesion, mereka diminta untuk menanyakan jenis buah-buahan favorite salah satu anggota kelas. Juga termasuk saya. Thus, one of my students asked “Miss, which fruit do you like best?”
after thinking for a second, “Strawberry” I replied.



Pembaca, pernahkah anda berfikir kenapa anda menyukai sesuatu lebih dari yang lain? Dulu (bahkan sampai sekarang sebenarnya) saya masih percaya dengan falsafah “Tidak ada alasan untuk menyukai sesuatu.”

Tapi…. kalo dipikir-pikir pasti ada alasan khusus kenapa kita bisa memilih di antara sekian banyak. Pertanyaan lain yang cukup membantu adalah “Jika anda hanya boleh makan satu jenis buah seumur hidup, buah apa yang akan anda pilih?”

Dan jawaban saya saat ini masih “Strawberry”. tapi, kenapa? Lama saya memikirkan jawabannya.

…..but, why strawberry?

Pertama, Strawberry itu rasanya agak sedikit unik. Manis tapi juga agak kecut. Namun, jika anda sempat mendapatkan strawberry yang masak dan warna merahnya sempurna, maka rasanya sungguh nikmat. Rasa manisnya lebih dominan dari kecutnya. dan yang seperti itu nggak mudah didapat. Pengalaman, seringnya di dalam satu kotak, hanya ada beberapa butir yang rasanya sempurna gitu. Oleh karenanya ritual memakan satu kotak strawberry itu mengasikkan. Bikin penasaran. Ngeces… :P

Kedua, di kulit buahnya ada butiran-butiran kecil yang kalo dimakan menggelitik lidah dan berderuk-deruk. dan saya suka buah yang ada butirannya. kriuk-kriuk gemana gituuu. Contoh lain; Pear.

Ketiga, baunya wangi mengundang selera. Sebenarnya agak sedikit sulit memutuskan mana yang lebih menyenangkan baunya: strawberry atau melon. FYI, sebelum kenal strawberry saya suka melon. Omong-omong kapan ya pertama kali makan strawberry? 0_o”\

Keempat, warnanya mencolok. Merah menyala. Sehingga jika sekali makan agak banyak, airnya bisa bikin mulut merah. Selain itu, buah-buahan yang berwarna merah punya vitamin yang bagus buat mata. tapi saya belum memastikan nya juga sih, apakah di dalam strawberry ada banyak kandungan vit A nya :P
BTW, bisa juga loh dipura-purain seperti lagi minum darah, kayak Vampir. Kunyah-kunyah, lelehkan sedikit ke sudut bibir, lalu posisikan mulut seperti vampir yang haus darah… Ada yang mau nyoba? :twisted:

Kelima, bentuknya unik. Seperti hati. Kombinasi daun yang menempel pada pucuknya, butiran halus pada kulitnya, dan warnanya yang merah bikin penampakkannya begitu mengagumkan. Serta gampang dimakan. Seluruh bagian dari buah tersebut bisa dimakan begitu saja. Kecuali bijinya tentu saja :mrgeen:

Keenam, setahu saya, dia nggak memiliki variasi seperti Apel (eg. fuji, shandong, Malang), Jeruk (eg. madu, sunkist, bali ) atau Pear. karena diantara buah-buahan tersebut, beda nama beda rasa.

So, kalo beberapa buah dideretkan. saya paling nggak tahan untuk nggak nyobain strawberry duluan. Atau, kalo ada beberapa pilihan rasa, sulit menahan diri untuk nggak nyobain yang ada rasa strawberry nya. :mrgreen:

Akhir kata, how about you, which fruit do you like best? and WHY?

P.S

BTW, after all, walaupun begitu, sebenernya nggak ngerti juga sih kenapa lebih suka strawberry. Setidaknya sampai saat ini.

*mikir-mikir lagi*

:idea: tidak perlu ada alasan untuk menyukai sesuatu
yang penting bisa dimakan, serta baik buat kesehatan. Buahnya maksudnya.

Inspiring Environment

Posted by: Snowie on: April 8, 2009

Boleh percaya boleh tidak, tapi yang jelas ini adalah pemandangan yang bisa saya lihat hampir tiap hari tapi tergantung cuaca juga sih :P

Jalan

Wet road

Ini adalah gambar jalan lurus favorite saya. Pagi, siang , sore, malam, saya selalu suka lewat jalan ini [ada yang tahu cerita ini?]. Diambil saat pulang kerja, di hari yang gerimis. Jam 6.05 PM.

Kebetulan belakangan hampir tiap hari hujan. Tapi yang jelas, I love rainy scenery so much. Ame ga totemo daisuki!!!!! *love struck*

Pantai

Ada tiga bagian pemandangan pantai yang ingin saya perlihatkan.

sparkling

Glittering sea
Pertama adalah pantai selewat siang. Saat itu sebenarnya cuaca tidak begitu bagus. Seperti yang terlihat, ada awan gelap diatas laut. tapi cukup beruntung, matahari masih sempat muncul sehingga pemandangan “Air laut yang berkilauan diterpa sinar matahari” masih dapat diabadikan.

mysty scenery

kemudian, ini adalah gambar pantai sekitar jam 6 sore. Matahari bersinar dengan sangat gemilang. dan hasilnya, objek gambar jadi gelap. tapi tidak apa, itu punya seni tersendiri. Somehow I feel such strange feeling looking at it. Look at those people and the Cloud, also the sun itself!

tender
dan terakhir, ini adalah pemandangan menjelang magrib. Sunset gituloh. Sekitar jam 6. 30 pm, rada mendung. Kebetulan ada perahu yang lagi parkir.

Gunung dan Sawah

rainy morning

Sayapunya kenangan sendiri dengan “Gunung yang ada di Pariaman” ini. Ceritanya, dulu waktu masih kuliah, di kelas writing, kami diminta untuk membuat karangan dengan tema “hometown” dan jadi lah saya menceritakan pemandangan yang ada di sekitaran tempat tinggal saya. Yakni pemandangan di Paris (PARIaman Sekitar :mrgreen: ) Kemudian kami diminta untuk mempresentasikan hasil karangan masing-masing. Saat tiba giliran saya, dan ketika sampai di kalimat “….. You can see a beautiful mountain there” terang beberapa teman yang merasa tau sama Pariaman protes. “Memang ada gunung di Pariaman?” Saat saya jelaskan “memang nggak ada Gunung, tapi dari tempat saya tinggal, bisa melihat gunung…” Sayang mereka tidak mau percaya, sang dosen pun malah senyum-senyum aja. Sejak saat itu, dan kadang sampai sekarang, masih ada yang, kalo ketemu saya, sambil cengegesan bilang, “Ndu, gemana kabarnya gunung di Pariaman? :mrgreen: Aih, sebel deh :P Nah sekarang saya buktikan bahwa Anda memang bisa lihat gunung dari tempat saya tinggal. Demi Allah, gambar ini di ambil cuma beberapa ratus meter dari rumah saya. Saat itu hari masih pagi (saya sedang dalam perjalanan menuju tempat kerja, Lihat pemandangan bagus, parkir motor bentar di pinggir jalan then, take a shot) , sekitar jam 10. 30 am. Hari sedikit gerimis. (Hari itu saya gak ada jadwal pagi)
sunset-at-the-rice-field
Dan terakhir, ini diambil dari depan halaman rumah. Sesaat sampai di rumah sepulang kerja. sekitar jam 6.17 pm. Sekarang lagi musim tanam. Jadi, masih ada sawah yang masih dalam proses pembajakan. Lihat gak ada orang lagi megang mesin bajak.

Baiklah, sekian dulu foto-foto promosinya. *smug*

~~~~~~~~~~~~~~~

Ket. Gambar

Di ambil dari kamera HP 2.0 megapixel Dimensi : 1200 x 1600 pixel

P.S

Buat Mas Alex, Request is accomplished. Just Enjoy :P

Matahari Mengelilingi Bumi

Posted by: Snowie on: March 29, 2009

Jumat kemaren, saya nungguin anak-anak cowok selesai sholat Jum’at.

Jadi sambil nunggu, saya memilih duduk di dekat emperan buku yang berada di sekitaran halaman Mesjid itu juga. Karena anak-anak yang cewek juga ikut, beberapa di antaranya ikut memilih posisi duduk di dekat saya.

Waktu itu saya masih sibuk sendiri sama henpon ketika mendengar salah seorang di antara mereka mengucapkan kalimat “MATAHARI MENGELILINGI BUMI”. Kontan telinga saya berdiri mendengarnya. Di tengah-tengah keheranan dan keterkejutan itu, dengan dahi berkerut, saya nyeletuk “Dapat dari mana kalimat itu?”

“Itu, Ranti baca buku itu” katanya polos. Hahahaha… anak SD kelas satu. Anda tahu pembaca, kelebihan mereka adalah suka membaca dengan keras dalam usaha untuk meningkatkan kemampuannya membaca. Dan Kebisaaan itu kali ini cukup berarti. setidaknya bagi saya :mrgreen:

Mendengar itu, langsung saja saya perhatikan buku tersebut dan melupakan kalo henpon sedang status onging di network (waktu itu saya lagi berada di tulisan Mas Gentole), dan sanking penasarannya, saya ambil bukunya dan mulai membaca di bagian dalam. Dimulai dari daftar isi.

Sedikit tentang buku tersebut

Judul: Matahari Mengelilingi Bumi. Edisi Revisi
Pengarang: Ahmad sabiq bin Abdullathif abu yusuf
PEnerbit : pustaka Al-Furqan
Tahun terbit : 1427 H
Harga : Rp 27.000 (kalo nggak salah)

Nah, dari balik-balik buku tersebut, saya sedikit banyak ingin menyampaikan pendapat di antaranya:

1. Nggak heran para pengikut aliran atas nama Islam tertentu begitu getolnya mempertahankan pendapat matahari mengelilingi bumi. Saya pikir itu cerita basi hanya ada di jaman Galileo, tapi ternyata memang MASIH ADA YANG PERCAYA DAN MENGGANGGAP ITU BENAR. Ya Allah, benarkah saya hidup di jaman milenium sekarang?

Alasannya:
- Metode penulisan adalah persuasif.
- Bawa-bawa Ayat Al-Quran dan Hadist lagi.
- Gak tanggung-tanggung, pake kalimat menyakinkan segala, bahwa kalo kita nggak percaya dengan apa yang dijabarkannya berarti telah menolak Al-quran yang berarti juga menolak kehendak Allah. Sementara dia nggak ngasih alasan yang kuat selain kata Allah, Al-Quran, dan Hadist.

Ih, sumpah beneran, saya sakit kepala setelah membacanya. Waktu membaca saya udah ketawa-ketawa aneh kayak orang gila.

2. Ternyata ada baiknya kita meragamkan jenis bacaan. Dan bagi saya Tulisan Pak Agus Mustafa masih cukup bisa menyeimbangkan. Walaupun ada yang mengatakan bahwa fisika beliau juga ngawur. Saya kuatir,—- seandainya saya nggak cukup banyak baca fisika dan agama sebelum ini dan juga memiliki pemikiran sendiri soal ayat-ayat yang dikutip,—- bisa-bisa saya mengamini apa yang tertulis dalam buku itu.

3. Ada bagusnya kita selektif dengan apa yang kita baca, sedikit banyaknya apa yang kita baca itu mempengaruhi cara berfikir kita. Apalagi jika sang penulis piawai dalam memasukkan trik psikologis dalam tulisannya. Dan Anda tahu, menyebut nama Allah, ayat Al-Quran dan hadist dari perawi yang terkenal shahih, adalah cara paling ampuh untuk mempengaruhi “pikiran” seorang muslim. Apalagi yang ilmunya dangkal kayak saya :? (saya bahkan sedang mempraktekkan teori konspirasi disini)

4. Juga tidak heran kalo para fundies-fundies itu begitu paranoid dan selalu menganggap apaun yang ada hubungannya dengan barat adalah teori konspirasi.
(IMO buku itu benar-benar INGIN membuat sang pembaca berfikir bahwa BARAT itu pencipta kebohongan dan sumber segala ilmu sesat)

5. Akhir kata, percuma berdebat dengan mereka. Wajar aja, karena dari awal sudah tertanam di benak mereka (para pengikut aliran tsb) bahwa APAPUN dan SEKECIL APAPUN kalo ada hubungannya dengan DUNIA BARAT adalah SALAH! PASTI SALAH.

Kesimpulan

Memang parah kalo menginterpretasikan ayat Al-Quran soal science berdasarkan kemampuan berfikir pribadi tanpa adanya penelitian, pembuktian dan didukung bukti-bukti yang otentik dan teruji. Saya menyukai science yang menunjukkan ke Agung-an Allah. Lah, tapi Kalo Ke Agung-an Allah di salah pahami karena nggak ngerti science hanya karena science itu berkembang di kalangan gereja dunia Barat sehingga akhirnya malah menunjukkan bahwa Islam itu bego’ dan tidak mau menerima kebenaran, itu KETERLALUAN namanya.

Saya mulai berfikir cara mereka. Yakni yang begitu halal darahnya. Karena kalo dibiarkan bisa menyesatkan umat….. dan pada akhirnya terjadilah bunuh-membunuh karena kebodohan. Siyal!

BTW, apasih ruginya membiarkan mereka berfikir seperti itu. Toh, kenyataan tidak akan berubah biar di tolak sebagaimanapun.

Sang penulis adalah kaum Salafi. Karena setelah di lihat-lihat lagi, buku-buku yang lain juga bermuatan salafi.

Jangan-jangan itu juga cara dakwah mereka. Secara banyak juga loh jemaah yang singgah untuk lihat-lihat buku di sana sambil menunngu khatib naik mimbar. (konspirasi kedua di tulisan ini)

Tags: ,

Believer

Posted by: Snowie on: March 27, 2009

Akhwat itu munafik! Sok suci. Padahal suka, tapi bilang enggak. mending kayak kami, suka ya bilang suka. nggak d tutup-tutupi pake dalil agama segala. Pacaran haram lah. inilah itulah….Munafik!

Bukan begitu, nggak pas. Itu namanya menjaga hati. Menolak pacaran bukan berarti tidak menyukai sama sekali.

Sama aja…. itu munafik.

Itu berbeda. Tolong dong dibedakan Istilah Pacaran dengan menyukai. Sekarang aku tanya, pernah nggak kamu setidaknya pegangan tangan sama pacar mu :cool:
Bo’ong banget kalo kamu bilang enggak.
Beda saat kamu sebatas menyukai, kamu hanya merasakannya di hatimu. Sejauh kamu bisa jaga hati dan sikap, tak sedikitpun kamu sentuhan fisik dengan orang yang kamu sukai itu, apa lagi sampai melakukan hal-hal yang dilarang agama.

huh, trus nanti gemana jadinya….

Macam-macam. tergantung pribadi juga sih.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kak, apa benar belum punya pacar?

Iya. memangnya ada apa?

Masa sih?

beneran.

Yang deket?

nggak juga.

lah itu, kak Diki….

Ya ampyun, Ide dari mana itu :lol:

kalo kak Ilham?

nggak ah.

*Memandang curiga*

*ketawa* apa kamu pikir saya nggak normal? nggak lah, kamu kayak mami aja. normal kok. Nggak pernah pacaran bukan berarti juga nggak suka sama cowok.

jadi, ada orang yang kakak sukai?

hmmmmm….. gemana ya

ayolah…

sulit dikatakan.

ah, kakak payah.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

kamu ini maunya apa sih!?

biasa aja.

lah itu, kenapa ditolak?

nggak cocok aja.

Apa kamu nggak takut. Kalo terlalu pemilih, nanti susah loh….

Aku bukannya milih, tapi dari awal aku udah ngerasa nggak bisa hidup dengan dia.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Dia patah hati tuh dan itu gara-gara kamu.

Aku? mana mungkin, aku nggak pernah menolak siapapun kok.

Apanya yang nggak nolak, Kamu memang nggak bilang “Tidak” tapi sikapmu menunjukkan itu.

Itu nggak bisa dijadikan alasan. Dia aja yang payah. Kalo dia bertanya, bisa ajakan aku jawab “iya”

Jadi, kamu mau sama dia?

nggak tentu juga, sih

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

sampai kapan kamu mau kayak gini?

Siapa yang mau kayak gini.

lha itu….

Belum jodoh aja kali. Kalo dia jodoh aku, aku yakin dia pasti bisa menghadapi aku. lah ini, belum apa-apa udah nyerah duluan.

ya nggak bisa gitu dong. Adakalanya kalo kamu itu harus ngalah. Lupakan saja mimpimu itu.

Aku nggak akan bisa hidup tanpa mimpi. Lagian aku yakin kok, Allah pasti udah memilihkan seseorang untukku.

Naif

Bagiku keyakinan adalah segalanya…… dan aku hanya mengikuti apa yang aku yakini. aku tahu, pilihan ini nggak mudah, tapi ini adalah jalan yang aku pilih. Tentu saja, nggak jarang keadaan ku turun naik dalam prosesnya. Tapi, Allah maha pengasih, yang akan mengasihi hamba yang menaruh harapan pada-Nya. Kalo tidak pada Allah, pada siapa lagi aku bisa berharap? Lebih dari itu, keyakinan ini bukan tanpa alsan. Sebuah hadist Qudsi yang mengatakan:
“Allah mengikuti prasangkaan hamba-Nya” dan tentu saja, aku berprasangka yang baik terhadap-Nya. :)

Bagaimana kalo kamu ternyata salah?

Sudah resiko. Tapi, aku tidak mau memikirkan hal-hal yang negatif saat ini. Berfikir positif itu lebih menggembirakan. Bukankah hidup ini cuma soal bagaimana bisa bahagia. Iya toh? Dan ini salah satu caraku untuk berusaha mendapatkan kebahagiaan itu.
Satu lagi, kalo kamu memang perduli, bantu aku dengan doa ya?

La DolCe VitA

***
~Irrashaimase~

sakura

Saya ucapkan 'Selamat Datang' pada pengunjung blog saya, semoga mendapatkan sesuatu dari apa yang saya tulis dan ceritakan

Tujuan utama blog ini adalah untuk melatih pemiliknya dalam menulis 'dalam format yang lebih baik' serta alat untuk menyalurkan semua aspirasi yang dimilikinya.

a little bit about me, see ThiS is m3

Disclaimer

Semua tulisan yang ada di dalam blog ini ASLI berasal dari pikiran, pengalaman, hayalan dan perasaan yang saya alami dan miliki, dan mungkin beberapa diantaranya terinspirasi oleh Tulisan penulis lain dalam berbagai bentuk. So. Tanpa mengurangi rasa hormat, dilarang berat menyadur, men-copy, atau apapun namanya segala hal yang terdapat dalam blog ini, kecuali dengan izin dan mencantumkan keterangan dengan jelas.

Selanjutnya, Tulisan di sini tidak ditujukan untuk menghina atau mendiskreditkan siapapun. Tapi kalo ada yang ngerasa, kesalahan bukan terletak pada saya.

More see Licence

Categories

 

July 2009
M T W T F S S
« Jun    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031