Rasanya ingin ku hentikan waktu. Seandainya one week is more than just 7days, dan satu tahun itu bukan 12bulan. Waktu terasa berjalan begitu cepat. saat berada pada pagi hari, eh ternyata sudah sore, saat masih terlena dengan kesibukan di hari senin, ternyata besok weekend. Saat masih dibuai oleh bulan muda, ternyata sudah terbelit dengan keadaan akhir bulan, dan bulan yang berikut siap menjelang. Ah betapa cepatnya bumi berputar….
lalu sebuah adegan terbayang dikepala *daydreaming mode: ON*
Sebuah dialog antara ibu dan anak gadisnya….
“Sayang…, apa kamu sudah punya pacar?”
“apa sich ibu ni,” sang anak tersipu malu. “kenapa bertanya hal seperti itu…?”
Intrupsi: kenapasich orang2 biasa menganggap kalo pacaran itu hal yang OK untuk proses menemukan jodoh!
“kalo kamu belum punya pacar, kamu mau kalo ibu kenalkan pada si buyung (bukan nama sebenarnya)?”
“Dia anak teman ibu, dan dia anak yang baik, agamanya bagus dan bla bla…” sang ibu melanjutkan
“nggak tertarik” jawab si anak nggak sopan
“ingat, kamu anak perempuan ibu satu-satunya, dan umur ibu juga semakin tua, apa kamu tidak kasihan sama ibu?” lanjut si ibu dengan sabarnya
“ibukan pengennya kalo ibu ke mekah nanti kamu sudah ada yang jaga” sang ibu melanjutkan perjuangannya
“Tapi aku kan masih dibawah 25tahun bu, tamat kuliah saja belum…”
“Apasalahnya, inikan baru perjodohan, belum langsung akan dinikahkan”
“Iya, tapi aku ngga’ mau dijodohin!!!”
“nantideh kalo aku udah berumur 24 tahun baru kita lanjutkan perbincangan ini…” si anak akhirnya membuat keputusan
~~~~~~~*************~~~~~~~
sekarang kalo diingat-ingat lagi percakapan diatas agak membuat putus asa. bagaimana tidak, akukan punya impianku sendiri. Apa aku tidak boleh meraih impianku itu? dan bagaimana caranya aku menggapainya kalo aku cuma punya waktu tidak lebih dari dua tahun lagi, mengingat keadaanku sekarang ini.
Pertanyaannya: apa bisa semudah itu? hanya Tuhan yang punya jawabanya.
Dan aku, sebagai hamba yang memang seharusnya tahu diri, hanya bisa mengharapkan yang terbaik.
Sebuah perjodohan.
Di daerahku perjodohan merupakan hal yang wajar, bahkan sebagian besar masyarakatnya menemukan jodoh mereka melalui perjodohan yang diatur oleh orang tua mereka. Bahkan, sangking kentalnya budaya perjodohan itu, disaat senggang teman-temanku yang dari daerah lain sering bertanya:
” iya ya, kalo orang P******n itu menikah dengan cara dijodohkan?”
“sepertinya sich begitu…” jawabku ngga’ minat
“kalo gitu jangan sampai deh pacaran sama cowok P******n, merekakan biasanya lebih memilih calon dari orang tua mereka”
Bukannya aku menganggap perjodohan itu hal yang buruk, hanya saja, hallo “apakabarnya impian?”, bagiku -yang tidak grow up dilingkungan yang seperti itu- walau sekarang berada dalam lingkungan itu, aku selalu merasa tidak senang kalau hal itu terjadi padaku, if you know what I mean. mendengarnya saja sudah ill feel. tapi kalo mengingat percakapan ‘antara ibu dan anak’ tadi aku jadi harus berfikir ulang mengenai impianku itu, atau aku harus memodifikasi impinaku?
Ada saat aku bertanya pada teman yang memang dibesarkan dilingkungan seperti itu, paling tidak memahami keadaan itu…
“Eh, en (bukan nama sebenarnya) kamu terima tidak kalo dijodohin sama orang tuamu…”
“Ya, nggak masalah,”
“Kenapa begitu?”
“susah kalo nyari sendiri, lagian kitakan tidak dipaksa, kalo kita cocok baru terima. Daripada nyari sendiri, palingan dapetnya teman sekampus yang belum jelas masa depannya, kalo dicariin sama orang tua khan biasanya yang terbaik dan udah mapan… trus udah dipertimbangkan yang namanya bebet, bibit dan bobotnya, gitu…”
Nah, kalo udah begini, apa artinya cinta bagi mereka? temanku itu juga menambahkan, “cintakan bisa tumbuh kapan saja, lagian kalo kamu memutuskan untuk menerima orang itu kan artinya kamu sudah menyukainya at the first time, ya khan?
Tau deh!
*speechless and confuse*
yud1 said
kok jadi inget tulisan kemaren, yah…
…yah, singkat aja deh.
jangan.
BdSnowie said
kemaren yang mana???? o_O”\
Sebuah Perjodohan (bagian 2) « Horocuxs said
[...] saya pikir saya sudah melewatinya dengan baik. perjodohan itu maksudnya. kalo ada yang ingin pengentahui sedikit awal masalahnya bisa baca ini. [...]
Sebuah Perjodohan « Fantasi said
[...] saya pikir saya sudah melewatinya dengan baik. perjodohan itu maksudnya. kalo ada yang ingin pengentahui sedikit awal masalahnya bisa baca ini. [...]
qizty said
hmmm…
semakin sedih baca blog kamu..
ayo share sama aku yaaa
thanks…
Snowie said
yah…. jangan sedih dong.
Jadi nggak enak.