Still a secret
Wait for further info
Kadang, kalo di pikir-pikir lagi, para penulis/pengarang itu bisa sangat menipu atau bahkan sangat mengerikan.
Mengapa enggak. Seorang penulis cerita adalah mereka-mereka yang bisa menggunakan kehidupan nyata dengan ditambahi sedikit bumbu kedalam sebuah cerita. Sudut pandang penceritaan juga akan sangat mempengaruhi. Makanya, kalo menganalisis sebuah cerita itu nggak boleh melihat dari sisi pribadi sang pengarang. karena bisa jadi argumen terhadap tulisan itu akan bersifat fallacy.
Tapi ada, penulis tertentu, memanfaatkan ‘peraturan’ itu untuk ‘menyembunyikan’ kebenaran. Bisa jadi apa yang dituliskannya itu adalah memang keadaan dirinya sendiri. Nyata dan apa adanya. tapi dengan sedikit madifikasi digaya penulisan. si pembaca nggak akan pernah bisa mengira siapa tokoh yang sebenarnya dalam cerita tersebut.
tapi, apapun. ya nggak masalah. selagi apa yang ditulis bukan kebohongan, perduli apa dengan siapa si pelaku. Iya khan… ![]()
______________________________
Ngomong-ngomong, Beberapa waktu yang lalu, saya menyaksikan film dari CD yang berjudul Basic Instinct 2. film ini menceritakan kehidupan seorang penulis. Diawal cerita, saya benar-benar nggak bisa menangkap apa yang sebenarnya sedang terjadi.
Alurnya dimulai dari sebuah kecelakaan mobil yang membawa si penulis menjadi tersangka pembunuhan.
Karena kasus tersebut, sang penulis, terlibat dengan pihak kepolisian yang juga melibatkan seorang psikoterapis untuk bisa menangani dan ‘membaca’ kondisi kejiwaan sang penulis. Secara si penulis terkenal dengan tulisannya yang ‘buruk’, dan reputasinya yang selalu bisa lepas dari jeratan hukum karena tidak terbukti bersalah. walaupun pada saat kejadian, ia selalu terlibat didalamnya.
Proses penyelidikan membawa mereka ke pembunuhan berantai berikutnya yang memiliki pola. Sang psikoterapis menyangka bahwa pembunuhan dilakukan oleh si penulis. tapi, disela-sela penyelidikan kasus, sang penulis berhasil memikat sang dokter sehingga sang dokter akhirnya malah terlibat affair dengannya dan mulai menghilangkan kecurigaan terhadap si penulis dan mulai mencari tersangka yang lain.
Tapi, apa yang terjadi?
si terapis masuk rumah sakit jiwa.
adegan terakhir adalah saat si penulis mengunjungi sang terapis di rumah sakit dan memberikan sebuah buku yang baru selesai ditulisnya sendiri dalam rentang waktu selama dalam penyelidikan. Isinya tentang semua kejadian mulai ia –sang penulis– diduga sebagai tersangka pembunuhan sampai terlibat affair dengan seorang psikoterapis yang menaganinya. dan ternyata, sang pembunuh berantai itu adalah si psikoterapis itu sendiri.
***
Para penggemar cerita thriller dan suspense tentu tidak akan merasa asing lagi dengan alur cerita seperti itu. Berliku, menipu, dan berakhir nggak jelas yang membuat si penonton berpikir-pikir dan mengira-ngira sebenarnya apa yang terjadi. tapi kadang itulah menjadi daya tarik sendiri.
Banyak sekali judul film box office yang bisa jadi referensi mengenai film sejenis. sangking banyaknya yang saya saksikan, sampai nggak bisa lagi membedakan antara kisah di satu judul dengan judul lain.
ada lagi. ini film ber genre horor dan thriller. The Ring versi jepang. Sumpah, adegan Sadako kelauar dari TV dan bisa membunuh itu benar-benar nggak terlupakan. salah satu teman yang merekomendasikan film itu gini bilangnya.
“kamu udah nonton the Ring belum? Kalo belum tonton lah. Bener-nener dasyat. Kami aja sehabis nonton film tersebut, nggak berani ngelihat kearah TV kalo malem-malem sampe beberapa hari lamanya. takut kalo tiba-tiba TV nya hidup sendiri dan ada yang keluar dari sana.”
yah, karena rekomendasinya sebegitu dasyatnya. dari awal, itu menjadi satu-satunya film horor yang nggak berani saya tonton sendiri. Apa lagi malem.
P.S
Berbicara soal film tentu juga nggak bisa lepas dari judul dan pengarang novel. secara, banyak film yang diangkat dari cerita novel.
Kalo di novel, model-model begini bisa di dapati di buku karangan Agatha christie, R.L. Stine di serial fear street,dan Goosebumps dan beberapa pengarang misteri lainnya.
benar-benar membuat si pembaca sakit jiwa.
Saigo no kisu wa tabako no flavor ga shita
最後のキスはタバコのflavorがした
In your final kiss、I could taste the flavor of tobaccoNigakute setsu nai kaori
ニガくて切ない香り
It was a bitter and painful smellAshita no ima go ro ni wa
明日の今ごろには
At about this time tomorrowAnata wa doko ni irun darou
あなたは何処にいるんだろう
I wonder where you’ll beDare o omoterun darou
誰を想ってるんだろう
I wonder who you’ll be thinking ofYou are always gonna be my love
itsu ka dareka to mata koi ni ochitemo
いつか誰かとまた恋に落ちても
Even if someday, you fall in love with someone elseI’ll remember to love, you taught me how
You are always gonna be the oneIma wa mada kanashii love song
今はまだ悲しいlove song
For now, it’s still a sad love songAtarashii uta utaeru made
新しい歌 歌えるまで
Until I can sing a new oneTachidomaru jikan ga ugoki dasouto shiteru
立ち止まる 時間が 動き出そうとしてる
When I stop moving, I try to move onWasuretaku nai koto bakari
忘れたくないことばかり
It’s nothing but things I don’t want to forgetAshita no ima goro ni wa
明日の今ごろにはWatashi wa kiito naiteru
私はきっと泣いてる
I’m sure I’ll be cryingAnata omouterun darou
あなたを想ってるんだろう
And I’ll probably be thinking of youYou are always be inside my heart
Itsumo, anata dake no basho ga aru kara
いつも、あなただけの場所があるから
Because it’s a place that will forever be yours aloneI hope that I have a place in your heart too
Now and forever you are still the oneIma wa mada kanashii love song
今はまだ悲しいlove song
For now, it’s still a sad love songAtarashii uta uta eru made
新しい歌 歌えるまでNow and forever
Banyak yang bilang, bahwa kesamaan itu membuat orang-orang bisa lebih mudah dalam mengerti satu sama lain. Mungkin itu benar. Saat kita melihat seseorang bersikap sedemikian rupa, dan kita ternyata memiliki karakter yang sama dengan orang itu, unconsciously kita mengerti kenapa ia bersikap demikian. sehingga kita bisa lebih menerimanya ketimbang orang lain yang nggak tahu sama sekali.
There’s a story….
***
Ini mengenai seorang left-handed. khususnya dalam hal menulis. Dia masih ingat, dulu sekali, waktu masih di kindergarten, dia pernah ditegur gurunya karena menggambar pake tangan kiri. Guru tersebut memindahkan krayon ditangan kirinya ketangan kanan. ia diam saja. tapi saat guru tersebut berlalu, ia kembali mempergunakan tangan kirinya tersebut.
Dan kebiasaannya tersebut berlanjut.Akibatnya, masalah yang sama terulang lagi. sang guru memintanya untuk menulis dengan tangan kanan. Tapi tidak seorang gurupun yang berhasil membuatnya berubah pikiran.
Sering juga, ia juga diminta teman temannya yang penasaran untuk mau mencoba menulis dengan tangan kanan. Untuk mencoba saja, apasalahnya pikirnya. tapi, apa yang terjadi, menulis menjadi sebuah siksaan. Memang hasilnya nggak terlihat begitu kacau, tapi proses tersebut membuatnya mengerahkan seluruh tenaga dan konsentrasinya.
Sebenarnya, ia kesal juga. Kenapa sih orang-orang ini! kok segitu ributnya mempermasalahkan ke left-handed-annya. Kan cuma nulis. makan dan hal-hal lainnya masih dilakukannya dengan tangan kanan.
apa hal itu benar-benar membuat mereka para pengguna tangan kanan terancam? Apakah menulis dengan tangan kiri itu sebuah aib? sebuah keburukan? sesuatu yang wajib dirubah?
Demi Allah, dia juga nggak habis pikir, kenapa dari awal dia memang left-handed. belakangan, saat ia telah dewasa, ia menyadari bahwa dalam setiap tingkatan dari satu sekolah, para left-handed paling hanya beberapa orang.
Apakah itu merupakan kesalahan orang tua mereka? tapi kenapa dalam satu keluarga, ada seorang left-handed sementara saudaranya yang lain pengguna tangan kanan. sementara mereka masih memiliki orang tua yang sama. Dan mendapat pendidikan dan perhatian dalam kadar yang nyaris sama pula.
Ia pernah ingat, seorang gurunya pernah mengatakan. “Kalo kamu nulis pake tangan kiri begitu, gemana caranya kamu nanti jadi guru?” Saat mendengar perkataan gurunya tersebut ia berkata dalam hati kalo gitu, saya nggak mau jadi guru”.
Tapi kenyataan berkata lain. Hasil Ujian UMPTN ‘mendorongnya’ ke Education field di sebuah University. Dan akhirnya membuatnya menjadi seorang Teacher. Nggak tanggung-tanggung, one of them is at the Elementary school. The pleace where she decided not to be a teacher.
Problem lama terulang lagi. dihari pertamanya ngajar, seorang rekan guru melihatnya menulis dengan menggunakan tangan kirinya, sang guru tersebut menegur dengan sopan.
“Nulis dengan kiri ya buk? Nanti gemana di depan anak-anak? padahal Saya sudah mewanti-wanti para murid-murid, terutama dikelas VI untuk tidak menggunakan tangan kirinya dalam menulis….”
“lihat nanti lah buk….” dia menjawab.
Akhirnya saat ia mengajar di kelas VI, ia mendapati seorang anak menulis dengan kirinya. Oh well….
Bukan apa-apa, pengalamannya itu membuatnya jadi lebih bersimpati pada para siswa left-handed yang ditemuinya. Setidaknya, ia tidak akan meminta pada anak tersebut untuk mempergunakan tangan kanannya dalam menulis. because she knows how does it feel…
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka mematuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.
(Al-Baqarah;186)
Aku mengingat ayat ini ketika sedang membaca salah satu cuplikan cerpennya kang Abik yang berjudul Seratus Peluru untuk Amru.
Kisahnya tentang seorang mujahid kecil palestina yatim piatu. kedua tuanya telah tewas ditangan serdadu Israel. Ia tinggal bersama kakeknya yang sudah berusia 70 tahun di sebuah gubuk darurat.
Hal yang membuat saya ingat dengan ayat diatas adalah bagian cerita ketika Amru sedang berusaha untuk memperoleh setetes air dari pipa-pipa pengairan ladang-ladang anggur israel.
Saat itu demi menghindari tentara israel, ia memasuki sebuah terowongan pengap dan gelap di sekitar ladang Israel. Saat ia berada ditengah terowongan itu, ia mendengar desisan. ia berdoa dalam hati “Ya Allah, haruskah aku syahid dipatuk ular. Ya Allah, dengan seluruh asma-Mu yang digunakan rasulullah berdoa kepada-Mu aku mohon syahidkanlah aku dengan seratus peluru”.
Yang kemudian dilanjutkan dengan doa; “Bismillahil ladzi laa yadhurru ma’asmihi syaiun fil ardhi wa laa fis sam’ii wahuwas samiul ‘alim”
…dan pada akhir cerita, Ia memang syahid akibat peluru serdadu israel.
Oh ya, kira-kira apa yang terjadi pada desisan diterowongan itu?
Dua kemungkinan:
1. Amru salah dengar kemungkinan yang paling mengada-ada ![]()
2. Si pemilik desisas berubah ‘pikiran’ dan berbalik arah.
Jujur, saat baca cerita itu untuk pertama kalinya aku sempat berfikir “ah, itu khan hanya cerpen. makanya bisa aja dibuat sedemikian terkabulnya permohonan itu”. kok kayak orang nggak beriman gitu mikirnya
Namun, berbarengan dengan itu, hati kecilku juga berbisik, “Kalo Tuhan berkehendak, doa yang dikira paling nggak masuk akalpun bisa terkabul”. seiring dengan itu, lamat-lamat kutipan ayat 186 surat Al-baqarah merasuk ke hati dan pikiranku.
“ah, benar juga. Allah akan mengabulkan doa seorang hamba yang beriman sepenuh hati kepada-Nya”
Butuh bukti atas premis ini?
Sebenarnya, beberapa hari setelah itu, aku menghadapi sedikit trouble dengan device portable-ku. Hampir aja aku kehilangannya.
Apa yang terjadi? ia kerendam. Beneran. AKu bener-bener nggak ingat naruhnya dimana. Dalam bayangan pikiranku, ia kuletakkan didalam tas. Tapi, setelah dicek berkali-kali nggak ketemu juga. Lalu sebuah firasat membawaku kerendaman cucian hari itu, dan…
tanganku merasakannya. Dalam kantung baju yang kupakai sehari sebelumnya.
aku shock. Beneran. Coba bayangkan alat elektronik seperti itu kerendam diair. belum lama sih, tapi dirasa cukup untuk menghancurkan semuanya. Tapi, aku masih sedikit berharap. secara ia memiliki pelindung. yang kuharap dapat mencegah masuknya air.
Aku berusaha mengeringkannya. Mencoba ‘menghidupkannya’. ada reaksi. tapi sedikit. kemudian padam lagi. coba lagi, berkali-kali. hasilnya sama. no reaction.
Aku sedih.
Sudah menyiapkan hati bahwa aku akan kehilangannya. ‘Teman’ yang selama ini menemaniku kemana saja. Sudah cukup lama aku memilikinya. Ini bukan masalah harga yang harus kukeluarkan untuk mendapatkan yang baru karena ia saat ini sepertinya bisa dibilang kebutuhan sekunder. tapi ini masalah keperdulian, care terhadap sebuah kepemilikan! *bersemangat*
Aku berusaha menyakinkan diriku, kalo ini sudah takdir. Bukan kelalaian, tapi murni sebuah ‘kecelakaan’. agak berlebihan sih,
tapi aku masih sedikit berat mendapati kalo aku akan kehilangan dirinya. jadi, sangking berharapnya, aku sampe berdoa pada Allah untuk masih memberi kesempatan padaku untuk tetap memilikinya. dan ajaibnya, doaku terkabul. Nggak tahu, setelah kudiamkan seharian, dan kucoba untuk ‘menghidupkannya’ kembali, sekali lagi, ia BEREAKSI! normal kembali. Seperti nggak pernah kejadian apapun. Tahukah anda perasaan saya saat itu? nggak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Hanya syukur dan tasbih yang mampu kuucap.
Saat ini ia sudah pulih kembali dan kembali menemaniku melewati sebagian hari-hariku.
~*~
I love you my…… Really, luv U ![]()
I can’t imagine my live without u. (u_u)
Detik waktu terus berjalan
Berhias gelap dan terang
Suka dan duka, tangis dan tawa
Tergores bagai lukisan
Seribu mimpi berjuta sepi
Hadir bagai teman sejati
Diantara lelahnya jiwa
Dalam resah dan air mata
Kupersembahkan kepadamu
Yang terindah dalam hidupku
Reff
Meskiku rapuh dalam langkah,
Kadang tak setia kepada Mu
Namun cinta dalam jiwa hanyalah pada-Mu
Maafkanlah bila hati
Tak sempurna mencintai-Mu
Dalam dada ku harap hanya
Diri Mu yang bertahta
*~~~~~~~~~~~~~888~~~~~~~~~~~~~~~*