Archive for February, 2009

The weather’s not good recently

So does my condition. I’m not feeling well for a couple of days. Got headache, fever…..

But, I have to go to work.

Blogging makes me relax and forget ’bout my bad condition for a while….

Must struggle until the end of this day….

Well, tomorrow is weekend… ^^

Comments (8)

Metamorfosa™

Banyak alasan yang dikemukakan saat seseorang ditanya tentang kegiatan menulisnya. Bagi saya, menulis adalah sebuah kegiatan yang dilakukan agar saya dapat mengingat hal-hal yang pernah saya pikirkan, alami dan rasakan. Secara garis besar akan ada dua bentuk tulisan yakni yang berbentuk Opini dan Diary.

Sayangnya, kedua bentuk tulisan tersebut saya tidak selalu bisa dibuatkan tulisan panjang berparagraf dan dikonsumsi publik. Dengan kata lain, tidak semua hasil tulisan saya bisa dimuat di halaman ini.

Tulisan berupa Opini

Sejak beberapa waktu yang lalu saya menyadari bahwa banyak dari pendapat saya, hal-hal yang selama ini saya anggap benar merupakan sesuatu yang jauh dari bumi. Maksudnya, Sebagai salah satu makhluk hidup di bumi ini, banyak hal yang tidak saya ketahui. Terutama di lingkungan sosial. Lived in the fantasy world and thought Life was easy.

Saya menyadari, untuk menghasilkan sebuah Opini yan bagus, seorang penulis harus terlebih dahulu benar-benar mengetahui apa yang sedang dibicarakannya. Saat seseorang berbicara hal yang menyangkut kehidupan sosial, ia harus banyak memiliki ilmu dalam bidang itu (alasan Kutipan dari pernyataan seorang Expert menjadi salah satu rujukan), setidaknya ia sudah mengalami beragai macam interaksi dan belajar dalam berbagai macam jenis kehidupan sosial.
(hal yang saya pelajari di kelas Public Speaking/ writing waktu kuliah dulu, tapi rasanya saya baru benar-benar paham apa maksudnya setelah sekian tahun).

Disini masalahnya, Untuk bisa mengenal audiens dan lingkungan sekitar, tidak ada cara lain selain berbaur dengan mereka —sesuatu yang hampir tidak pernah saya lakukan sebelumnya—-

Menyadari sebagai seorang voluntary Introvert, saya lebih banyak menghabiskan waktu dengan hal-hal seperti buku, layar TV, layar monitor, dan siaran radio. Kalopun berteman dengan makhluk hidup, itupun saya lakukan dengan binatang peliharaan saya. Berpendapat, ngobrol dengan orang lain itu hanya buang-buang waktu. Dengan kata lain saya terisolir dari dunia luar yang sesungguhnya.

tapi itu dulu, belakangan saya mulai mendengarkan orang-orang di luar saya. Mulai perduli dengan apa yang mereka katakan. Mulai melihat ke dalam diri mereka. Artinya, saya mulai berkomunikasi dengan mereka, TIDAK sekedar BERBICARA dengan mereka. Saya mulai perduli dengan sikap dan tindakan mereka, dan saya juga mulai perduli dengan apa yang mereka katakan tentang saya.

Dulu, kalimat “Miss Snowie itu jarang senyum” saya tanggapi sambil lalu. Tapi, belakangan, bila ada yang melaporkan kalimat tersebut terhadap saya, saya mulai merespon dengan mengatakan “Oh, Jadi mereka melihatnya begitu ya?”

Atau saya mulai memikirkan kenapa orang-orang melakukan tindakan tertentu, dalam artian mencoba memahami mereka. Such thing I used to ignored.

Akibatnya, saya jadi tidak mudah mengeluarkan pendapat. Dulu saya jarang berfikir saat ingin mengatakan apapun. terucap begitu saja. Lain sekarang, saya mulai memikirkan akibat dari pernyataan saya sebelum mengungkapkan nya.

Alhasil, banyak tulisan saya yang tetap tersimpan di hardisk, atau banyak tulisan yang tidak jadi terselesaikan.

Tulisan berbentuk diary

Untuk tulisan yang satu ini yang paling sulit di publish. Untuk menulis tulisan ber-genre diary di Media terbuka, saya harus dalam kondisi benar-benar stabil. Saya tidak boleh menulis dalam keadaan baad mood ataupun good mood. karena hasilnya akan buruk. Setidaknya buat saya. Saya cenderung tidak menyukai tulisan yang berkondisi semacam itu dan sering menyesalinya. apalagi buat konsumi publik. Yang benar saja…. :mrgreen:

Comments (8)

Apa saja sih yang bikin seseorang menyukai musik?

Jam 2 dini hari _ Pariaman

Cerita ini hanya sebuah penggalan momen hidup yang saya jalani. Saya nggak nyangka kalo saya bisa merasa sedamai saat itu. Di luar sedang hujan. Dari arah ventilasi jendela saya bisa merasakan hembusan angin malam bercampur hawa dingin yang dibawa oleh lembabnya hujan. Angin yang berbeda dengan saat di siang hari. Angin yang bila terlalu banyak menyelimuti tubuh akan bikin demam *batuk-batuk*

Hmmmm, benar-benar menghanyutkan suasana. Saat itu saya masih berada di depan layar komputer. baru saja selesai mengerjakan sesuatu untuk besok. Ditemani Always-nya Bon jovi. Gak nyangka eui, setelah sekian lama, dentuman drum dan nada tinggi sebagai pembuka, ditambah suara Bon Jovi yang –menurut saya- berat gemana gitu, duch….. asli hanyut terbawa suasana…

Nggak, ini bukan karena efek begadang, secara sebenarnya saya baru bangun dari tidur sekitar satu jam sebelumnya. jadi keadaan saya segar bugar. Segar bugar di jam 2 dini hari, malam pekat, saat semua orang sudah terlelap dibuai mimpi….

Hujan semakin lebat. Tapi siapa perduli, malahan hanya akan bikin tidur terasa lebih nyenyak dan nyaman…

Ngomong-ngomong, jadi sebenarnya yang bikin kita suka lagu tertentu apa karena selain lyriknya, tapi juga ketepatan suasana saat kita mendengarkannya ya?

atau memang lagu itu kebetulan hadir disaat tertentu dalam hidup kita? jadi dengan kembali mendengar irama lagu tersebut, kita jadi terbawa ke suatu masa yang entah kapan, tapi ada, yang tidak bisa didefinisikan dengan jelas, tapi ia adalah masa lalu.

Seperti yang dibilang oleh para ahli, musik bisa meningkatkan daya ingat, menurut saya, setidaknya mungkin yang seperti ini. Suatu momen yang diiringi irama tertentu dari rangkaian tangga nada, setelah sekian tahun berlalu, saat diputarkan nada yang sama, otak manusia akan segera merecall informasi khusus yang berkaitan dengan lagu itu…

Hmmmmm, menarik….

Menurut pendapat pribadi, ada beberapa hal yang membuat sebuah lagu itu catchy di telinga dan jiwa, serta menjadi melodi dalam hidup sang pendengar.

1. Cerita lagu itu seolah mewakili kisah hidup anda.

1.a Irama dan Lyric lagu mewakili suasana hati sang pendengar itu sendiri.

1.a.1 Patah Hati

misalnya, anda sedang patah hati, abis ditolak cewek atau cowok, lalu tanpa sengaja anada mendengar penyanyi yang mungkin bahkan tidak anda kenali sebelumnya melantunkan lagu patah hati yang sesuai dengan keadaan anda. maka dengan segera anda akan menobatkan lagu itu sebagai lagu terbaik, untuk saat itu setidaknya :mrgreen:

1.a.2 jatuh cinta

Atau, anda sedang jatuh cinta, maka Lagu-lagu romantis akan dengan mudah tertangkap radar pendengaran anda, lalu memilih salah satunya sebagai lagu favorite :mrgreen:

Tapi, sayangnya yang kayak gini, ada kemungkinan saat sang pecinta lagu patah hati, maka ia akan berbalik membenci lagu itu, setidaknya, menghindari lagu itu. biarpun tetap, saat mendengar lagu itu, ia akan kembali mengingat saat ia jatuh cinta. tapi entah dengan perasaan yang mana. itu sih pribadi kayaknya :P

2. Lagu tersebut hadir disaat yang tepat dengan salah satu fragmen kehidupan anda tanpa disadari atau disengaja.

misalnya aja, di suatu hari yang biasa, saat anda sedang bercanda bahagia dengan beberapa orang sahabat, ngobrol santai, lalu secara kebetulan acara TV/ radio sedang memutar program Lagu pilihan, atau pemutar musik di Komputer atau yang sejenis memperdengarkan sebuah lagu, dan tiba- tiba salah seorang dari sahabat anda nyeletuk sesuatu tentang lagu itu, sehingga mengalirlah pembahasan tentang lagu itu….

….maka, di suatu masa yang akan datang, anda akan menyukai lagu tersebut saat mendengarnya kembali.

3. Karena orang yang anda sukai mengenalkan lagu itu pada anda :mrgreen:

Hahahaha…. begini, misalnya saja, anda sedang menyukai seseorang, lalu orang itu membicarakan sebuah lagu yang menurutnya bagus, atau setidaknya berkomentar “wei, lagu ‘Maha Dewi’nya Padi itu susah kali ya mainin gitarnya” dan kebetulan anda ada disekitarnya, maka tidak lama kemudian, anda akan menyukai lagu tersebut.

atau, saat anda berjalan di pekarangan kampus, ada segerombolan cowok yang sedang membawakan sebuah lagu, yang mana sang gitaris dan vocalis utamanya adalah cowok impian anda. Maka untuk selanjutnya, bisa jadi anda akan menjadikan lagu tersebut sebagai Ringtone anda, atau lagu teratas di pemutar MP3. (Cinta emang gila. :P )

penjelasan lain, anda mendengar lagu tersebut sebagai NSP nomornya. Saat anda menelponnya, anda Mendengar lagu “If you’re not the One” nya Daniel Badingfield.

BTW, cowok jenis apa yang milih lagu itu sebagai NSP? :P

senada dengan yang sebelumnya tapi sedikit berbeda,

4. Seorang mempersembahkan lagu itu untuk anda.

Penjelasannya gampang aja, misal, anda lagi ngambek, lalu orang itu menyanyikan sebuah lagu untuk anda, dan anda tersenyum dibuatnya, maka pastilah, lagu itu akan menjadi bagian hidup anda.

5. Hanya karena menurut sense anda irama lagu tersebut sesuai dengan suasana saat mendengarkannya.

Penjelasannya mungkin bisa mengambil cerita diatas. yah, momenlah yang membuat anda memperhatikan lagu itu. Malam, hujan, Always-Bon Jovi.

Atau Sore kelabu, mendung, It’s Gonna RainBonnie Pink (at least, didengarkan sebagai Ending Song nya Samurai X)

Pagi, Ceria, Norwegian Dance No.2Grieg.

Tengah malam, sunyi, How can I not love youJoy Enriquez


6. lagu itu merupakan Ost otau bagian dari cerita Favorit anda.

Misal, saya sampe sekarang masih suka lagu “don’t Speak”- No Doubt hanya karena salah satu cerpen di sebuah majalah remaja yang saya baca bertahun-tahun yang lalu menyebutkan lagu itu dalam ceritanya.

Konayuki – Ost. 1 LITRE no namida.

How Can I not Love you – Ost. Anna and the King
My heart will go on – Ost. Titanic
Yakushoku no basho e – Ost. Kaleido Star

Just mention it.

***

It’s been raining since you left me
Now I’m drowning in the flood
You see I’ve always been a fighter
But without you I give up

Now I can’t sing a love song
Like the way it’s meant to be
Well, I guess I’m not that good anymore
But baby, that’s just me

And I will love you, baby – Always
And I’ll be there forever and a day – Always
I’ll be there till the stars don’t shine
Till the heavens burst and
The words don’t rhyme
And I know when I die, you’ll be on my mind
And I’ll love you – Always

***

BTW, kok jadi merasa sedih ya? apa karena liriknya?
I become wondering, have I lost something?

Comments (22)