Posted by: Snowie on: March 29, 2009
Jumat kemaren, saya nungguin anak-anak cowok selesai sholat Jum’at.
Jadi sambil nunggu, saya memilih duduk di dekat emperan buku yang berada di sekitaran halaman Mesjid itu juga. Karena anak-anak yang cewek juga ikut, beberapa di antaranya ikut memilih posisi duduk di dekat saya.
Waktu itu saya masih sibuk sendiri sama henpon ketika mendengar salah seorang di antara mereka mengucapkan kalimat “MATAHARI MENGELILINGI BUMI”. Kontan telinga saya berdiri mendengarnya. Di tengah-tengah keheranan dan keterkejutan itu, dengan dahi berkerut, saya nyeletuk “Dapat dari mana kalimat itu?”
“Itu, Ranti baca buku itu” katanya polos. Hahahaha… anak SD kelas satu. Anda tahu pembaca, kelebihan mereka adalah suka membaca dengan keras dalam usaha untuk meningkatkan kemampuannya membaca. Dan Kebisaaan itu kali ini cukup berarti. setidaknya bagi saya
Mendengar itu, langsung saja saya perhatikan buku tersebut dan melupakan kalo henpon sedang status onging di network (waktu itu saya lagi berada di tulisan Mas Gentole), dan sanking penasarannya, saya ambil bukunya dan mulai membaca di bagian dalam. Dimulai dari daftar isi.
Sedikit tentang buku tersebut
Judul: Matahari Mengelilingi Bumi. Edisi RevisiNah, dari balik-balik buku tersebut, saya sedikit banyak ingin menyampaikan pendapat di antaranya:
1. Nggak heran para pengikut aliran atas nama Islam tertentu begitu getolnya mempertahankan pendapat matahari mengelilingi bumi. Saya pikir itu cerita basi hanya ada di jaman Galileo, tapi ternyata memang MASIH ADA YANG PERCAYA DAN MENGGANGGAP ITU BENAR. Ya Allah, benarkah saya hidup di jaman milenium sekarang?
Alasannya:
- Metode penulisan adalah persuasif.
- Bawa-bawa Ayat Al-Quran dan Hadist lagi.
- Gak tanggung-tanggung, pake kalimat menyakinkan segala, bahwa kalo kita nggak percaya dengan apa yang dijabarkannya berarti telah menolak Al-quran yang berarti juga menolak kehendak Allah. Sementara dia nggak ngasih alasan yang kuat selain kata Allah, Al-Quran, dan Hadist.
Ih, sumpah beneran, saya sakit kepala setelah membacanya. Waktu membaca saya udah ketawa-ketawa aneh kayak orang gila.
2. Ternyata ada baiknya kita meragamkan jenis bacaan. Dan bagi saya Tulisan Pak Agus Mustafa masih cukup bisa menyeimbangkan. Walaupun ada yang mengatakan bahwa fisika beliau juga ngawur. Saya kuatir,—- seandainya saya nggak cukup banyak baca fisika dan agama sebelum ini dan juga memiliki pemikiran sendiri soal ayat-ayat yang dikutip,—- bisa-bisa saya mengamini apa yang tertulis dalam buku itu.
3. Ada bagusnya kita selektif dengan apa yang kita baca, sedikit banyaknya apa yang kita baca itu mempengaruhi cara berfikir kita. Apalagi jika sang penulis piawai dalam memasukkan trik psikologis dalam tulisannya. Dan Anda tahu, menyebut nama Allah, ayat Al-Quran dan hadist dari perawi yang terkenal shahih, adalah cara paling ampuh untuk mempengaruhi “pikiran” seorang muslim. Apalagi yang ilmunya dangkal kayak saya
(saya bahkan sedang mempraktekkan teori konspirasi disini)
4. Juga tidak heran kalo para fundies-fundies itu begitu paranoid dan selalu menganggap apaun yang ada hubungannya dengan barat adalah teori konspirasi.
(IMO buku itu benar-benar INGIN membuat sang pembaca berfikir bahwa BARAT itu pencipta kebohongan dan sumber segala ilmu sesat)
5. Akhir kata, percuma berdebat dengan mereka. Wajar aja, karena dari awal sudah tertanam di benak mereka (para pengikut aliran tsb) bahwa APAPUN dan SEKECIL APAPUN kalo ada hubungannya dengan DUNIA BARAT adalah SALAH! PASTI SALAH.
Kesimpulan
Memang parah kalo menginterpretasikan ayat Al-Quran soal science berdasarkan kemampuan berfikir pribadi tanpa adanya penelitian, pembuktian dan didukung bukti-bukti yang otentik dan teruji. Saya menyukai science yang menunjukkan ke Agung-an Allah. Lah, tapi Kalo Ke Agung-an Allah di salah pahami karena nggak ngerti science hanya karena science itu berkembang di kalangan gereja dunia Barat sehingga akhirnya malah menunjukkan bahwa Islam itu bego’ dan tidak mau menerima kebenaran, itu KETERLALUAN namanya.
Saya mulai berfikir cara mereka. Yakni yang begitu halal darahnya. Karena kalo dibiarkan bisa menyesatkan umat….. dan pada akhirnya terjadilah bunuh-membunuh karena kebodohan. Siyal!
BTW, apasih ruginya membiarkan mereka berfikir seperti itu. Toh, kenyataan tidak akan berubah biar di tolak sebagaimanapun.
Sang penulis adalah kaum Salafi. Karena setelah di lihat-lihat lagi, buku-buku yang lain juga bermuatan salafi.
Jangan-jangan itu juga cara dakwah mereka. Secara banyak juga loh jemaah yang singgah untuk lihat-lihat buku di sana sambil menunngu khatib naik mimbar. (konspirasi kedua di tulisan ini)
Biarlah keragaman cara berpikir semacam itu ada…biar rame dan makin pinter daya pikir kita….
Tapi yang disayangkan…pola pikir semacam itu plus disebarkan lagi yaaa…? sehingga mirip dengan pemikiran ortodoks yang naif!
hmm.. Kepercayaan masing2 mungkin kalo soal itu. =)
[...] saya hampir 2 minggu terakhir ini yang menyebabkan saya harus meninggalkan blogsfer (kecuali beberapa blogwalking colongan saat cari data ), kurang tidur dan sakit punggung (terlalu lama [...]
gak ada gambar bukunya, mas? jadi penasaran nih
salam kenal ya
*Membaca dengan seksama*
.
.
.
*Masih prihatin* ![]()
*Mengayun langkah dengan gontai*
numpang lewat aaaaaaaaaaaaaah…..
March 29, 2009 at 7:33 pm
~inbooo…inboo….~
*
*purupurupururin… lho?!
mari berhati-hati dalam menghadapi segala sesuatu yg (sepertinya) ilmiah tapi didasarkan pada
klenikdogma semata