Archive for April, 2009

Which one will you do

If you were given a chococlate, cookies, or snack from someone who seems that He/She likes you, but you don’t, WHAT would you do?

    A. Just accept it.

    B. Refuse it.

    C. Accept it, but after that you throw it away.

    D. Accept it, then just keep it, or put it in your drawer until it expire. Thus, put it in the wastebasket.

    E. Accept it, then give it to someone else

Comments (15)

Which one do you like best

Pada pertanyaan “Do you like…..” dapat dengan mudah dijawab dengan “Yes, I do” or “No, I don’t”. tapi saat ditanya “which one do you like best” kita harus memilih salah satu dari banyak pilihan dan ini agak sedikit sulit. :mrgreen:

Tema pelajaran kali itu adalah “FRUITS”.

Untuk melatih kemampuan speaking, di akhir sesion, mereka diminta untuk menanyakan jenis buah-buahan favorite salah satu anggota kelas. Juga termasuk saya. Thus, one of my students asked “Miss, which fruit do you like best?”
after thinking for a second, “Strawberry” I replied.



Pembaca, pernahkah anda berfikir kenapa anda menyukai sesuatu lebih dari yang lain? Dulu (bahkan sampai sekarang sebenarnya) saya masih percaya dengan falsafah “Tidak ada alasan untuk menyukai sesuatu.”

Tapi…. kalo dipikir-pikir pasti ada alasan khusus kenapa kita bisa memilih di antara sekian banyak. Pertanyaan lain yang cukup membantu adalah “Jika anda hanya boleh makan satu jenis buah seumur hidup, buah apa yang akan anda pilih?”

Dan jawaban saya saat ini masih “Strawberry”. tapi, kenapa? Lama saya memikirkan jawabannya.

…..but, why strawberry?

Pertama, Strawberry itu rasanya agak sedikit unik. Manis tapi juga agak kecut. Namun, jika anda sempat mendapatkan strawberry yang masak dan warna merahnya sempurna, maka rasanya sungguh nikmat. Rasa manisnya lebih dominan dari kecutnya. dan yang seperti itu nggak mudah didapat. Pengalaman, seringnya di dalam satu kotak, hanya ada beberapa butir yang rasanya sempurna gitu. Oleh karenanya ritual memakan satu kotak strawberry itu mengasikkan. Bikin penasaran. Ngeces… :P

Kedua, di kulit buahnya ada butiran-butiran kecil yang kalo dimakan menggelitik lidah dan berderuk-deruk. dan saya suka buah yang ada butirannya. kriuk-kriuk gemana gituuu. Contoh lain; Pear.

Ketiga, baunya wangi mengundang selera. Sebenarnya agak sedikit sulit memutuskan mana yang lebih menyenangkan baunya: strawberry atau melon. FYI, sebelum kenal strawberry saya suka melon. Omong-omong kapan ya pertama kali makan strawberry? 0_o”\

Keempat, warnanya mencolok. Merah menyala. Sehingga jika sekali makan agak banyak, airnya bisa bikin mulut merah. Selain itu, buah-buahan yang berwarna merah punya vitamin yang bagus buat mata. tapi saya belum memastikan nya juga sih, apakah di dalam strawberry ada banyak kandungan vit A nya :P
BTW, bisa juga loh dipura-purain seperti lagi minum darah, kayak Vampir. Kunyah-kunyah, lelehkan sedikit ke sudut bibir, lalu posisikan mulut seperti vampir yang haus darah… Ada yang mau nyoba? :twisted:

Kelima, bentuknya unik. Seperti hati. Kombinasi daun yang menempel pada pucuknya, butiran halus pada kulitnya, dan warnanya yang merah bikin penampakkannya begitu mengagumkan. Serta gampang dimakan. Seluruh bagian dari buah tersebut bisa dimakan begitu saja. Kecuali bijinya tentu saja :mrgeen:

Keenam, setahu saya, dia nggak memiliki variasi seperti Apel (eg. fuji, shandong, Malang), Jeruk (eg. madu, sunkist, bali ) atau Pear. karena diantara buah-buahan tersebut, beda nama beda rasa.

So, kalo beberapa buah dideretkan. saya paling nggak tahan untuk nggak nyobain strawberry duluan. Atau, kalo ada beberapa pilihan rasa, sulit menahan diri untuk nggak nyobain yang ada rasa strawberry nya. :mrgreen:

Akhir kata, how about you, which fruit do you like best? and WHY?

P.S

BTW, after all, walaupun begitu, sebenernya nggak ngerti juga sih kenapa lebih suka strawberry. Setidaknya sampai saat ini.

*mikir-mikir lagi*

:idea: tidak perlu ada alasan untuk menyukai sesuatu
yang penting bisa dimakan, serta baik buat kesehatan. Buahnya maksudnya.

Comments (4)

Inspiring Environment

Boleh percaya boleh tidak, tapi yang jelas ini adalah pemandangan yang bisa saya lihat hampir tiap hari tapi tergantung cuaca juga sih :P

Jalan

Wet road

Ini adalah gambar jalan lurus favorite saya. Pagi, siang , sore, malam, saya selalu suka lewat jalan ini [ada yang tahu cerita ini?]. Diambil saat pulang kerja, di hari yang gerimis. Jam 6.05 PM.

Kebetulan belakangan hampir tiap hari hujan. Tapi yang jelas, I love rainy scenery so much. Ame ga totemo daisuki!!!!! *love struck*

Pantai

Ada tiga bagian pemandangan pantai yang ingin saya perlihatkan.

sparkling

Glittering sea
Pertama adalah pantai selewat siang. Saat itu sebenarnya cuaca tidak begitu bagus. Seperti yang terlihat, ada awan gelap diatas laut. tapi cukup beruntung, matahari masih sempat muncul sehingga pemandangan “Air laut yang berkilauan diterpa sinar matahari” masih dapat diabadikan.

mysty scenery

kemudian, ini adalah gambar pantai sekitar jam 6 sore. Matahari bersinar dengan sangat gemilang. dan hasilnya, objek gambar jadi gelap. tapi tidak apa, itu punya seni tersendiri. Somehow I feel such strange feeling looking at it. Look at those people and the Cloud, also the sun itself!

tender
dan terakhir, ini adalah pemandangan menjelang magrib. Sunset gituloh. Sekitar jam 6. 30 pm, rada mendung. Kebetulan ada perahu yang lagi parkir.

Gunung dan Sawah

rainy morning

Sayapunya kenangan sendiri dengan “Gunung yang ada di Pariaman” ini. Ceritanya, dulu waktu masih kuliah, di kelas writing, kami diminta untuk membuat karangan dengan tema “hometown” dan jadi lah saya menceritakan pemandangan yang ada di sekitaran tempat tinggal saya. Yakni pemandangan di Paris (PARIaman Sekitar :mrgreen: ) Kemudian kami diminta untuk mempresentasikan hasil karangan masing-masing. Saat tiba giliran saya, dan ketika sampai di kalimat “….. You can see a beautiful mountain there” terang beberapa teman yang merasa tau sama Pariaman protes. “Memang ada gunung di Pariaman?” Saat saya jelaskan “memang nggak ada Gunung, tapi dari tempat saya tinggal, bisa melihat gunung…” Sayang mereka tidak mau percaya, sang dosen pun malah senyum-senyum aja. Sejak saat itu, dan kadang sampai sekarang, masih ada yang, kalo ketemu saya, sambil cengegesan bilang, “Ndu, gemana kabarnya gunung di Pariaman? :mrgreen: Aih, sebel deh :P Nah sekarang saya buktikan bahwa Anda memang bisa lihat gunung dari tempat saya tinggal. Demi Allah, gambar ini di ambil cuma beberapa ratus meter dari rumah saya. Saat itu hari masih pagi (saya sedang dalam perjalanan menuju tempat kerja, Lihat pemandangan bagus, parkir motor bentar di pinggir jalan then, take a shot) , sekitar jam 10. 30 am. Hari sedikit gerimis. (Hari itu saya gak ada jadwal pagi)
sunset-at-the-rice-field
Dan terakhir, ini diambil dari depan halaman rumah. Sesaat sampai di rumah sepulang kerja. sekitar jam 6.17 pm. Sekarang lagi musim tanam. Jadi, masih ada sawah yang masih dalam proses pembajakan. Lihat gak ada orang lagi megang mesin bajak.

Baiklah, sekian dulu foto-foto promosinya. *smug*

~~~~~~~~~~~~~~~

Ket. Gambar

Di ambil dari kamera HP 2.0 megapixel Dimensi : 1200 x 1600 pixel

P.S

Buat Mas Alex, Request is accomplished. Just Enjoy :P

Comments (7)