Posted by: Snowie on: June 1, 2009
Setiap tindakan adalah cerminan dari kondisi ruhiyah seseorang. Bagi seorang penilis, tulisannya adalah cerminan dari keadaan itu
Banyak hal yang ingin saya ceritakan di sini. Ngak sabar rasanya untuk bisa membahas pendapat saya tentang Twiligt (setelah berhasil nonton filmnya beberapa hari lalu sebanyak dua kali dalam kurun waktu kurang lebih 24 jam) tapi itu bisa menunggu, untung Clair de Lune-nya Debussy ada di salah satu list CD compilasi musik klasik yang saya punya untuk membantu menyegarkan ingatan kapan pun dibutuhkan (bukankah itu menyenangkan?), atau tentang novel trilogi Gone with the Wind yang saat ini sedang saya baca juga untuk ke dua kalinya, memastikan saya mengerti dengan baik hal-hal yang diperlukan untuk sebuah interpretasi.
Ada hal yang saya pikir lebih penting untuk diceritakan. Tentu saja berdasarkan pendapat pribadi. Ini ada kaitannya dengan kutipan di atas. Yah, benar suadara-saudara, beberapa waktu kebelakang saya sering sekali memikirkan banyak hal. Hal-hal yang berkaitan dengan hidup dan kehidupan.
Bagi saya, kehidupan itu erat kaitannya dengan agama. Segala hal tentang agama beserta aturan-aturannya. Pilihan mana yang kita ambil, apakah mengikuti aturan tersebut atau mengabaikannya sama sekali.
.
.
.
Kemarin, tepatnya pada hari Minggu 31 Mei, sebagai salah satu anggota pengajian mingguan dari kelompok, saya diajak untuk serta dalam “Wisata keluarga” yang diadakan oleh orang-orang dari kalangan aktivis Islam yang bagi orang umum lebih dikenal dengan “orang-orang PKS”. Rombongan terdiri dari atas beberapa keluarga aktivis yang memenuhi satu bus dan beberapa mobil pribadi, dan satu mobil dinas. Bicara soal mobil dinas, apalagi kalo bukan mobil WaWaKo Pariaman karena beliau merupakan salah satu “orang PKS”. Bangga juga sih ada orang penting di rombongan kami
Oh ya, saya ikut di mobil uni mentor saya.
Perjalanan dilakukan dari Pariaman menuju daerah wisata yang disebut Danau Singakarak berada si wilayah Solok. Diperjalanan menuju Danau singkarak, kami mampir di Pasar Padang Panjang untuk membeli hadiah. Secara dalam wisata keluarga ada acara “game” buat peserta rombongan. dan kebetulan saja bendaharawan acara tersebut ikut dalam mobil yang saya tumpangi. Sebenarnya walaupun sering lewat padang panjang saya bisa dibilang belum pernah menjejakkan kaki di pasar tersebut. ![]()
…. dan di perjalanan kali inilah saya bisa benar-benar bisa menikmati pesona pasar padang panjang dan memiliki teman untuk sedikit berjalan-jalan menapakinya.

Sesampainya di lokasi, setelah menunaikan Sholat dan makan siang, acara dilanjutkan dengan game buat anak-anak yang didampingi para ibu sedangkan para ayah juga punya game sendiri. (Kami, para wanita muda dan masih single cukup jadi penonton saja sambil nunggui perlengkapan yang ditinggalkan). Juga ada acara naik sampan keluarga mengarungi danau yang dilingkupi kabut kiriman. Rangakaian acara di tutup dengan mandi-mandi di danau. Acara berlangsung sangat meriah dan sarat makna. Saya sampai di rumah sekitar jam 8.30 malam. tanpa merasa kelelahan.
.
.
.
Selama perjalanan itu, saya memperlajari banyak hal. Saya memperhatikan bagaimana polah tingkah laku para keluarga aktivis muda itu. Bagaimana mereka berlaku sebagai suami istri di muka umum, bagaimana mereka memperlakukan anak-anak mereka yang rata-rata masih kecil, paling besar sekitaran SD.
Saya juga melihat, walaupun mereka terdiri dari beberapa keluarga yang berbeda dan bahkan tidak punya ikatan darah antara keluarga satu dengan yang lain, tapi mereka sangat akrab. Melebihi saudara. Mereka dengan mudah saling percaya. Juga terhadap anak-anak mereka. Kadang saya sampai bingung, siapa anak siapa.
Pembicaraan mereka pun jauh dari hal yang sia-sia. Pada dasarnya mereka itu tidak berbeda dengan para ibu-ibu yang lain. Yang membedakan mereka hanyalah pembicaraan saat mereka berkumpul. Mereka, Para ibu-ibu aktivis itu, banyak membicarakan hal-hal yang membawa kebaikan, baik itu untuk umum maupun untuk keluarga mereka. Tidak ada pembicaraan mengenai hal-hal buruk ataupun menggunjingkan orang lain. Sungguh sejuk dan nyaman sekali jiwa ini dan perjalanan panjang pun tak terasa melelahkan sama sekali….. Berada ditengah-tengah mereka merupakan suntikan spirit buat saya.
Bahkan Saya pada akhirnya juga bisa merasakan bahwa saya bagian dari mereka. Bisa merasakan kedekatan seperti layaknya saudara, atau keluarga. Perasan yang sama seperti saya terhadap para sepupu yang memiliki hubungan darah dengan saya. Itukah yang namanya Ukhuwah Islamiah? Bukan berupa Dogma, tapi memang perasaan yang dirasakan di hati.
Kemudian Saya membandingkan ketika saya berada di rombongan orang umum. yah, misalnya ketika saya ikut jalan-jalan para guru-guru SMU di akhir semester hampirsetahun yang lalu. Selama perjalanan mereka sedikit sekali membicarakan hal-hal yang bermanfaat. pembicaraan mereka tidak jauh dari kesenangan pribadi. Berada terlau lama dengan mereka menguras habis energi saya. Dan saya sampai di rumah dengan sangat kelelahan. terutama mental dan pikiran.
Inilah dia, kesan yang saya dapat dari perjalanan kemarin. Menuliskannya sebagai penanda suasana hati. Keadaan Ruhi. Saya masih akan terus berproses. tapi saya senang karena akhirnya saya kembali bersama mereka setelah beberapa tahun memisahkan diri.
***
Penutup
Diantara banyaknya pilihan jalan yang harus ditempuh, saya memilih jalan ini. Setidaknya untuk saat ini. Berjalan bersama dengan mereka para perindu surga. Dimana surga adalah tempat orang-orang yang bahagia, hidup dengan damai dan bahagia.
Walupun saya tahu, saya akan tetap saya dengan segala kelebihan dan kekurangan. Namun dari sisi yang berbeda.
2 | Snowie
June 3, 2009 at 4:38 pm
Iya makasih. Tapi kenapa icon emosinya seperti itu. Bg saya icon itu berarti “keki” atau there is something you have in your mind but you don’t say it.
Btw, lebih tepatnya selamat bergabung kembali.
Btw, kamu LQ juga kah?
3 | Rukia
June 5, 2009 at 5:06 pm
ya, emang ada yang nyangkut sih di kepala, cuma bingung mo nulisnya, jadi ya~~~ begitu deh emot-nya
Btw, lebih tepatnya selamat bergabung kembali.
ouw, dulu pernah gabung dan berhenti toh, kalo begitu selamat bergabung kembali
Btw, kamu LQ juga kah?
Yup^^
4 | Pemilih.com
July 8, 2009 at 1:16 pm
Snowie: Jalan yang ku pilih…
…saya diajak untuk serta dalam “Wisata keluarga” yang diadakan oleh orang-orang dari kalangan aktivis Islam yang bagi orang umum lebih dikenal dengan “orang-orang PKS”.
Rombongan terdiri dari atas beberapa keluarga aktivis yang memenuhi……
Saya ucapkan 'Selamat Datang' pada pengunjung blog saya, semoga mendapatkan sesuatu dari apa yang saya tulis dan ceritakan
Tujuan utama blog ini adalah untuk melatih pemiliknya dalam menulis 'dalam format yang lebih baik' serta alat untuk menyalurkan semua aspirasi yang dimilikinya.
a little bit about me, see ThiS is m3
DisclaimerSemua tulisan yang ada di dalam blog ini ASLI berasal dari pikiran, pengalaman, hayalan dan perasaan yang saya alami dan miliki, dan mungkin beberapa diantaranya terinspirasi oleh Tulisan penulis lain dalam berbagai bentuk. So. Tanpa mengurangi rasa hormat, dilarang berat menyadur, men-copy, atau apapun namanya segala hal yang terdapat dalam blog ini, kecuali dengan izin dan mencantumkan keterangan dengan jelas.
Selanjutnya, Tulisan di sini tidak ditujukan untuk menghina atau mendiskreditkan siapapun. Tapi kalo ada yang ngerasa, kesalahan bukan terletak pada saya.
More see Licence
Albeo theme by Design Disease
June 3, 2009 at 2:12 pm
Selamat bergabung mbak ^^;;