Horocuxs

Gone with the Wind (Personal Edition)

Posted by: Snowie on: July 4, 2009

Akhirnya selesai juga. Tidak menyangka akan makan waktu selama ini. Sekiar 3x lebih lama dari pertama kalinya.

Jadi begini. Tulisan kali ini akan menceritakan tentang pendapat saya setelah membaca trilogi berjudul Gone with the Wind dengan total 1674 halaman isi. Karangan Margaret Mitchell. Copyright 1936. (gak tahu deh, apa itu juga berarti pertama kali di publish :mrgreen: )

Seperti biasa, sebelum membaca sebuah buku tentunya kita akan tertarik untuk melihat dan membaca sinopsis atau tulisan apapun yang ada di cover buku —baik yang terletak di bagian belakang maupun depan buku— untuk sedikit memberi gambaran kira-kira akan seperti apa isi buku tersebut. Itulah yang saya lakukan dan menemukan kalimat yang mengesankan. Singkat namun mengesankan.

Seperti ini kalimatnya, tertulis dengan huruf kapital di bagian belakang cover.

KISAH CINTA SCARLETT O’HARA DAN RHETT BUTLER YANG TAK TERLUPAKAN SEPANJANG MASA

Dengan begitu, tentu saja saya sudah bersiap-siap untuk menemukan alur cerita yang mana akan menggambarkan cinta kedua orang tersebut, dan mulailah membaca.

***

Setting cerita dimulai pada suatu siang di bulan April 1861. Saat itu seorang gadis muda bernama Scharlett O’hara, berusia 16 tahun yang merupakan primadona di daerahnya. Tidak cantik sebenarnya tapi memiliki penampilan dan kepribadian menarik, sedang bercakap-cakap dengan dua orang pemuda kenalannya. Dari sana pembaca (saya) digiring untuk masuk ke informasi mengenai rencana pernikahan Ashely Wilkes dan Melanie Hamilton yang mana pertunangan mereka akan diumumkan pada pesta di Twelve Oaks besok malam, kediaman keluarga Wilkes.

Saya, sebagai pembaca entah bagaimana akhirnya malah terfokus terhadap penokohan Scarlett. Mengikuti semua jalan cerita melalui sudut pandang Scarlett. Dan bisakah anda mengira apa yang terjadi? Tentu saja saya kehilangan arah karena sejak perbincangan tentang Asley dimulai, diketahuilah bahwa ternyata Scarlett jatuh cinta padanya. Ia tak dapat menerima kenyataan bahwa Ashley akan menikah dengan gadis lain. Karena sudah tidak ada waktu lagi, Scarlett pun menyusun rencana untuk menggagalkan pernikahan itu pada hari pertunangan diumumkan (itulah pertama kali Scharlett bertemu Rhett Butler). Sayang, setelah dengan nekat menyatakan cinta dan ditolak, walaupun Ashley mengakui juga mencintai Scarlett tapi tak dapat menikahinya karena alasan perbedaan pola pikir, Ia gagal. Karena dendam, Scarlett memutuskan menikah dengan Charles Hamilton, kakak dari Melanie Hamilton, seorang pemuda yang tampan yang juga tergila-gila padanya, yang bagi Scarlett, Ia terlihat tolol, sehari sebelum pernikahan Ashley. Sesuatu yang pada akhirnya disesali Scarlett.

Walaupun menikah dengan orang lain, Scarlett mendapati dirinya tak dapat menghilangkan rasa cintanya pada Ashley, malah cinta itu makin dalam lagi, dan sedikitpun Ia tidak mencintai suaminya sendiri. Di masa itu pula, perselisihan antara orang selatan dan orang yankee akhirnya berubah menjadi perang, maka seluruh penduduk selatan yang berjenis laki-laki dan cukup umur pergi untuk bertempur di medan perang. Scarlett pun menjadi janda setelah 2 bulan pernikahannya.

Intinya, walaupun Sharlett telah menikah dan Ashley pun telah menikah dengan orang lain, Scarlett TETAP mencintai Ashley. Apalagi sejak Scarlett telah berubah status menjadi janda. Kini pikirannya selalu mengarah pada Ashley dan selalu mencari cara untuk mengetahui bahwa Ashley pun masih mencintai nya. Scarlett berupaya dengan segala cara, dengan segala pikiran buruk dan egonya untuk kembali memperoleh Ashley, walau apapun yang telah terjadi. Ditengah konflik itu muncullah Kapten Rhett Butler.

Setelah menyelesaikan seluruh halaman, Saya masih bertanya-tanya. Mana kisah cinta Scarlett dan Rhett? Rasanya seluruh halaman di ketiga buku, hanya ada cerita tentang keinginan besar Scralett untuk menikah dan memiliki Ashley. Ia begitu mencintai Ashley. Tapi, kenapa di sinopsis dikatakan kisah cinta Scarlett dan Rhett? Bukan Scarlet dan Ashely?

Pada akhirnya memang, setelah penceritaan yang panjang, Scarlett menikah dengan Rhett, tapi saat itupun Saya masih tidak bisa dengan yakin kalo dia sudah melupakan Ashely dan berbalik mencintai Rhett. Bahkan Rhett berulang kali mengatakan Ia tidak mencintai Scarlett dihadapannya. Walaupun pada akhirnya meminta Scarlett untuk bersedia menikah dengannya.
.
.
.
Dengan itu saya memutuskan untuk membaca ulang. Lebih focus pada Rhett dan Ashley kali ini. Barulah saya menyadari hal-hal yang dilakukan Rhett dalam usahanya mendapatkan Scarlett. Sesuatu yang saya lewatkan begitu saja. Betapa terkejutnya Saya, mendapati bahwa ternyata Rhett dengan sikapnya yang sinis dan menjengkelkan, sudah berupaya dengan segala cara untuk mendapatkan Scarlett sejak Ia bertemu dengannya saat di pesta pertunangan Ashley pada bulan April 1861 yang lalu. Dan kali ini saya yakin, walau sampai akhir tidak dengan sungguh-sungguh mengakuinya, Rhett BENAR-BENAR telah jatuh cinta pada Scarlett sehingga ingin menikahinya, karena tidak ada cara lain bagi Rhett untuk mendapatkan Scarlett kecuali dengan menikahinya.

Tapi, biar begitu, saya masih merasa kurang puas dengan kisah cinta antara Scarlett dan Rhett. Saya melihatnya Scarlett hanya terjebak oleh ‘pesonanya’ Rhett. Dia tidak dengan tulus mencintai Rhett. Tidak seperti cintanya pada Ashey. Walaupun pada akhirnya cinta Scarlett pada Ashley hanya malah menyusahkan Ashley saja. Ashley begitu menderita mendapatkan cinta dari seseorang yang tak mungkin pernah bisa Ia nikahi. Parahnya lagi, Ia sebenarnya juga mencintai Scarlett dan juga memiliki keinginan terhadapnya. Tapi, itu semua juga salah Ashley sendiri. Dia yang tidak tegas.

***

Berakhirlah sudah. Banyak hal yang tidak dapat saya ceritakan di sini, sesuatu yang penting dan juga menurut saya berharga. Cerita tentang pesan moral dan juga terkait dengan kepercayaan terhadap Tuhan, kehidupan sosial yang penuh aturan, tatakrama, dan sikap sopan santun. Rasanya menyenangkan juga membaca kisah tentang masyarakat yang memiliki aturan yang jelas dan kaku dalam bergaul dan bermasyarakat pada kalangan-kalangan tertentu. Pelanggaran dan penyalahan sikap atas aturan-aturan tersebut oleh para tokohnya menjadi konflik cerita yang menarik tersendiri. Pertentangan antara ego, pemikiran-pemikiran revolusioner dan peraturan yang terlalu kaku. Ah, sayang sekali, kalau itu saya lakukan, menceritakan apa-apa yang ingin saya ceritakan, bisa-bisa saya menyaingi bukunya sendiri.  Dan rasayanya tidak akan cukup waktu sehari untuk mengetikkannya :mrgreen:
Bagi yang tertarik, silahkan baca bukunya. Jamin deh. Gak nyesel. :mrgreen:

17 Responses to "Gone with the Wind (Personal Edition)"

ng… ebooknya ada kan ya?

Mungkin, gak yakin juga sih :P Tapi coba aja google ;)

1000-an halaman ya…
Lebih menarik mana ya dengan membaca Al-Qur’an…
:roll:

:: Presiden AS

1000-an halaman ya…
Lebih menarik mana ya dengan membaca Al-Qur’an…

Tergantung selera sih… :mrgreen:

BTW, thanks udah berkunjung ^^
_______

:: Presiden AS to Kimi

Thanks untuk bantuannya :)

walaupun Ashley mengakui juga mencintai Scarlett tapi tak dapat menikahinya karena alasan perbedaan pola pikir

emang apa perbedaan pola pikir yg bermasalah itu? :?
cinta memang buta ya, bisa aja mencintai orang yg berbeda “pola pikir”-nya ;) )

dan pada akhirnya, apakah Scarlet bahagia dengan Rhett?

emang apa perbedaan pola pikir yg bermasalah itu?

Saudara Arm bisa menyimpulkannya di kutipan percakapan berikut ;)

Scarlett : “Yang kutahu, aku mencintaimu”.
Ashley : “Cinta saja tak cukup untuk menjamin perkawinan yang bahagia. Apalagi antara dua orang yang sangat berbeda seperti kita. Kau menuntut keseluruhan dari seorang pria, Scarlett. Tubuhnya, hatinya, jiwanya, dan pikirannya [....] dan aku tak bisa memberikan keseluruhan diriku padamu… atau pada siapa pun.[...] kau akan membenci buku-buku yang kubaca dan musik-musik yang kusukai, karena semua itu menjauhkan aku darimu, walaupun hanya sejenak. Dan aku… mungkin aku…”
Scarlett : “Apakah kau mencintainya?” (nya disini maksudnya, Melanie)
Ashley : Dia sama seperti aku, bagian dari diriku, dan kami saling mengerti.Scarlett! Scarlett! Tidak mengertikah engkaubahwa hidup perkawinan hanya berjalan lancar jika kedua belah pihak memiliki sifat yang sama?

Do you see it now, Arm-san?

cinta memang buta ya. bisa aja mencintai orang yang berbeda “pola pikir”-nya

How ’bout this one,
Scarlett : “Tapi katamu tadi kau mencintaiku.”
Ashley : “Mestinya itu tidak kukatakan. [...] Bagaimana aku tidak mencintaimu? Kau begitu penuh semangat hidup, sedangkan aku sama sekali tidak.Kau dapat mencintai dan membenci dengan gelora yang menggebu, sementara aku tidak. Kau ganas bagaikan api dan angin serta segala sesuatu yang liar, sedangkan aku….”

Well?

dan pada akhirnya, apakah Scarlett bahagia dengan Rhett?

Sepertinya, Iya.
Walaupun sampai halaman terakhir tidak ada kalimat Aku mencintaimu dari Scarlett untuk Rhett, tapi sepertinya Ia bahagia dengan Rhett. Mereka memiliki sifat yang sama. Rhett dan Scarlett.

Dan juga, saya melihatnya, ketika bersama Rhett, Scarlett bisa sejenak melupakan Ashley. Dan saya rasa, hanya tinggal menunggu waktu saja sampai Scarlett menyadari kalo dia juga telah jatuh cinta pada Rhett dan melupakan Ashley untuk selamanya :mrgreen:
.
.
.

BTW, IMO novel ini bener-bener keren. Salah satu dari novel terkeren yang pernah ada. Bahkan novel ini pantas untuk dibahas dalam kelas sastra. Karena ceritanya tidak hanya sekadar tentang cinta, tapi juga tentang masalah politik, ras, dan sosial.
Secara pribadi, novel ini berhasil membuat saya memikirkan dan menyadari banyak hal. Juga mengajari banyak hal. Sesuatu yang sering saya abaikan. Keren deh pokoknya :P

*nyempetin baca fokus postingan di atas*

hmm… saya jadi penasaran, jangan-jangan kalau mbak nanti dijodohin, kisahnya bakal mirip-mirip ini kata “wind” pada judul, metaforikal nggak sih? Siapa tahu itu sindiran, bagi orang-orang yang sifatnya seperti angin, kadang lembut, kadang menjengkelkan, kadang begini, kadang begitu.

:P

auk ah

bisakah saya simpulkan :
untuk bisa saling mencintai, perbedaan pola pikir itu bisa diabaikan dan malah akan saling melengkapi
tetapi untuk bisa menikah (mengikat kehidupan bersama), dibutuhkan suatu kesamaan pola pikir sehingga tidak bahtera yg hendak diarungi bersama? *haduh bahasa saya :P *

dan pada akhirnya, apakah pepatah jawa kuno “witing tresna jalaran saka kepekso kulina” itu berlaku? karena dengan Rhett menikah dengan Scarlett maka lama kelamaan Scarlett menyadari kalo dia bisa mencintai Rhett karena sudah terbiasa dengannya? :?

:: Presiden AS

jangan-jangan kalau mbak nanti dijodohin, kisahnya bakal mirip-mirip ini

Mirip bagian mananya? Yang dengan Charles, Ashley, atau Rhett? Karena mereka punya kisah masing-masing.

Saya jadi penasaran, kata “wind” pada judul metaforkal nggak sih? Siapa tahu itu sindiran, bagi orang-orang yg sifatnya seperti angin

Rasanya bukan deh. *siul-siul*

___

:: Arm

@ kesimpulan

Yup. Sepertinya begitu. Karena kalo dua orang dengan pola pikir berbeda menikah, biasanya minimal salah satu diantaranya akan menderita.
Itu kenapa saya selalu berpendapat cocok saat pacaran, tidak berarti cocok untuk jadi pasangan hidup.

Tapi, bukankah menikah itu soal komitmen? Kalo cocok, cinta bisa jadi no. 2 :mrgreen:

apakah pepatah jawa kuno itu berlaku? Karena dgn Rhett menikah dengan Scarlett maka…

Antara iya dan tidak.
Btw, Scarlett sebenarnya sudah menyukai Rhett sebelum mereka menikah.

Btw, kalo mau tahu alasan lebih lengkap tentang perasaan dan motif Scarlett menikahi Rhett, Mas Arm bisa baca sendiri ceritanya.
Saya gak bisa mengemukakan pendapat saya di sini. Itu bisa jadi membukakan beberapa rahasia pikiran cewek pada umumnya.
*siul-siul*

Secret makes a woman, woman :mrgreen:

(berkunjung karna provokasi Ar)

:shock: sebenernya saya mau komen kok dilemma yah..
:? hmm.. saya belum baca bukunya sih tapi baiklah, saya coba *mulai membuka pikiran & mengenyahkan sentimen*
wah :D saya kok tertarik memperhatikan pola pikir Ashley y :roll:

@ Arm

untuk bisa saling mencintai, perbedaan pola pikir itu bisa diabaikan dan malah akan saling melengkapi
tetapi untuk bisa menikah (mengikat kehidupan bersama), dibutuhkan suatu kesamaan pola pikir sehingga tidak bahtera yg hendak diarungi bersama?

paradoks yah? katanya “cinta itu menyatukan perbedaan”, & pernikahan bisa bahagia bila disertai cinta. tp kenapa tak dapat bersama justru karena perbedaan? Ah sayang sekali.. karna sepertinya tak pernah ada dua orang yang benar2 sama pola pikirnya kan? entahlah..
(betapa beruntungnya mereka yg bisa menikah dg org yg dicintai :) )

dan pada akhirnya, apakah pepatah jawa kuno “witing tresna jalaran saka kepekso kulina” itu berlaku? karena dengan Rhett menikah dengan Scarlett maka lama kelamaan Scarlett menyadari kalo dia bisa mencintai Rhett karena sudah terbiasa dengannya?

yakinkan aku bahwa itu memang cinta :) aku khawatir itu sudah masuk pada “kewajiban” dan “rutinitas”, seperti sholat misalnya, kelihatannya sama tapi motivasinya kan bisa beda2, apa karna rutinitas, kewajiban atau cinta :) dan itu yang bikin “rasa” sholatnya beda :P

terakhir..

an pada akhirnya, apakah Scarlet bahagia dengan Rhett? thats the questions :)
Ah, tapi di mana kah letak kebahagiaan itu sesungguhnya?
apa dengan mengikuti hati nurani ataukah dengan mempertimbangkan segenap aspek yang dipaparkan logika?
jadi keinget celetukan si secondprince suatu ketika, “cinta itu pakek otak!” :lol: karna pada akhirnya pertimbangan2 logis pun mampu mengalahkan “cinta”.

^

berkunjung karna provokasi Ar

Hohoho… Tapi emang sih, dia itu jago banget soal provokasi. :mrgreen:
Salut buat yang satu itu.

wah saya kok tertarik memperhatikan pola pikir Ashley y

Mbak akan lebih tertarik lagi kalo tau lebih banyak. ;)

yakinkan aku kalo itu memang cinta. Aku khawatir…

*nungguin argumen Arm soal ini*
Sebenernya perasaan cinta itu bagaimana sih? Jadi bingung :?

celetukan SP suatu ketika “cinta itu pakek otak!” karena pada akhirnya pertimbangan logis pun mampu mengalahkan “cinta”

Hoo… Jangan-jangan ini yang bikin saya belum pernah jatuh cinta dengan sukses. :shock:

Secara, tiap baru mo suka sama orang, udah banyak mikirnya dulu. Dan sekarang sangking “logis”nya mulai mempertimbangkan untuk berhenti mencari cinta dan beralih pada perjodohan yang dulunya dibenci. Walau belum final sih.

~”Hidup itu hanya soal pilihan” gitu temen saya bilang.

Menurut diriku….karena hanya membaca review crt yg dihadirkan dalam blog ini, hal yg perlu diperhatikan adalah :

scarlett dan ashley hanyalah HTS alias TTM ato teman tapi mesra…jadi diantara mereka berdua tidak ada komitmen utk “seiya sekata” ato “satu persepsi dalm menjalin hubungan”…

nah jadi cinta wajar saja kalo si ashley tdk berani tegas dgn perasaannya karena sbnrny dia juga “agak ragu” ato “setengah hati” dalam mencintai scarlett…karena keraguannya itulah lalu membuat scarlett kemudian mulai berjuang sendirian memperjuangkan cintanya….coba kalo mereka ber2 kompak….

dan keputusan scarlett utk menikah dgn rhett (terlepas dari cinta ato tdk)…itu adalah resiko….karena scarlett juga bth kepastian utk kehidupan yg selanjutnya..jadi akhirnya ya gt deh….intinya adalah wanita bth suatu kepastian dan ketegasan dari sang pria….dan pada kasus ini, rhett mampu memberikannya kpd scarlett

*komen lagi karena sudah diminta menanggapi* :mrgreen:

@ bu guru :

Btw, Scarlett sebenarnya sudah menyukai Rhett sebelum mereka menikah.

saya penasaran bagian yg itu cuma males baca :-”
bisa dijelaskan tanda2nya seperti apa? :? ::ungg::
___

@ lumijer :

tp kenapa tak dapat bersama justru karena perbedaan? Ah sayang sekali.. karna sepertinya tak pernah ada dua orang yang benar2 sama pola pikirnya kan? entahlah..

perbedaan di sini mungkin lebih ke perbedaan2 yang prinsip. Kalaupun 2 orang yg berbeda prinsip bisa disatukan dalam pernikahan, sudah pasti komprominya besar sekali :)
Kalau hanya berbeda soal kebiasaan atau selera buku atau musik seperti alasan Ashley di atas, IMO itu hanya ketakutan si Ashley saja untuk berkomitmen membina hubungan dengan Scarlett.
Jadi, saya setuju dengan komen mbak Hasti di atas bahwa Ashley hanya setengah hati dalam mencintai Scarlett. Kalau memang benar2 cinta, sebaiknya ya diperjuangkan (dengan pertimbangan logis juga tentunya) sampai akhir, kawin lari (dengan bekal tapinya) misalnya :P
Kalau ternyata si Ashley terlalu mempertimbangkan logikanya yang mengatakan dia tidak dapat menikahi Scarlett karena berbeda, saya tidak bisa komentar karena belum baca bukunya. Hanya saja, berdasarkan penjelasan bu guru di komen sebelumnya itu IMO Ashley melihat apa yang tidak ada pada dirinya (sepertinya kebebasan yg enerjik) pada diri Scarlett dan terpesona padanya. IMHO, terpesona beda dengan cinta, karena cinta menuntut pengorbanan. Cinta bisa tumbuh dari terpesona, dan terpesona juga tidak selalu berakhir dengan cinta :)

yakinkan aku bahwa itu memang cinta

Kalau dari masa-masa mereka (Scarlett dan Rhett) bersama bisa tumbuh rasa cinta, kenapa itu bukan cinta? Toh cinta bisa datang dari mana saja. Ada yang datang dari pandangan pertama (meskipun saya ngga begitu yakin dengan ini), banyak juga yang dari proses kebiasaan (karena itu ada istilah pdkt). Mengutip sebuah judul buku, “cinta tak pernah tepat waktu” :cool:

btw, sebenernya saya ga pantes ngomong banyak2 soal cinta, keiken dewa arimasen :P

^
heh perusak nama orang! :mad: lumijer dari hongkong??! kuwi boso prancis cak! 8)

Kalau memang benar2 cinta, sebaiknya ya diperjuangkan (dengan pertimbangan logis juga tentunya) sampai akhir, kawin lari (dengan bekal tapinya)

persepsi orang ttg “berjuang” itu bisa beda lho mas, kayak contohmu itu, kawin lari? dmn letak logis-nya? merelakan org yg kita “cintai” (jika ia memang lebih bahagia dgn org lain) itu juga “perjuangan” kan? perjuangan menaklukan Ego tuh :lol:

Ashley melihat apa yang tidak ada pada dirinya (sepertinya kebebasan yg enerjik) pada diri Scarlett dan terpesona padanya. IMHO, terpesona beda dengan cinta, karena cinta menuntut pengorbanan. Cinta bisa tumbuh dari terpesona, dan terpesona juga tidak selalu berakhir dengan cinta

:? *merenungi petuah mbah Arm* jatuh cinta-kah saya? :? atau hanya….

cinta tak pernah tepat waktu

yea, unfortunately.. what a pity me.. :(

@ yg punya rumah

Hoo… Jangan-jangan ini yang bikin saya belum pernah jatuh cinta dengan sukses :shock:

Hohoho :shock: jangan2 pola pikir kita sama :lol: *menertawakan diri sendiri*

”Hidup itu hanya soal pilihan” gitu temen saya bilang

maka kau sendiri yang memilih untuk menjatuhkan hatimu pada siapa (kesimpulan ngawur :mrgreen: ) begitukah? ;)

:: Hesti

Scarlett dan Ashley hanyalah HTS alias TTM … jadi diantara mereka berdua tidak ada komitmen utk “seiya sekata” ato “satu persepsi dalm menjalin hubungan”…

Anda benar Mbak. Ashley pernah berkata pada Scarlett bahwa selama ini sikap yang ditunjukkannya pada Scarlett tidak lebih dari sikap seorang sahabat, dan Scarlett mengakui hal itu. Walaupun begitu, Scarlett tidak mau menerima kenyataan itu. Secara ia telah mencintai Ashley.

nah jadi cinta wajar saja kalo si Ashley tdk berani tegas dgn perasaannya karena sbnrnya dia juga “agak ragu” atau “setengah hati” dalam mencintai Scarlett…

Benarkah?
Saya setuju dengan pendapat mengenai “Ashley setengah hati dalam mencintai Scarlett”. Atau walupun Ia mencintai Scarlett, tapi ia lebih mencintai cara hidupnya sendiri yang ternyata tidak sesuai dengan Scarlett. Sementara Ia tidak bisa merubah cara hidupnya, tapi Ia juga tidak ingin Scarlett menderita dengan hidup dengannya —seseorang yang memiliki ketertarikan yang berbeda dengan Scarlett.

Tapi ini bisa jadi pesan moral juga. Saat seorang cowok tidak berani tegas dengan perasaannya, itu berarti sang cowok gak sepenuhnya cinta sama seorang cewek tertentu. Hmmmm *elus-elus dagu*

dan keputusan Scarlett utk menikah dgn Rhett (terlepas dari cinta ato tdk)… itu adalah resiko… karena Scarlett juga butuh kepastian utk kehidupan selanjutnya[...] intinya adalah wanita bth suatu kepastian dan ketegasan dari sang pria….

Maaf soal yang ini. Scarlett menikah dengan Rhett bukan untuk sebuah kepastian hidup. Saat Scarlett menikah dengan Rhett, Ia sudah memiliki seorang putra dan harta yang cukup banyak, ditambah lagi Ia merasa sudah cukup lelah dengan dua pernikahannya yang sebelumnya.

Jadi, alasan yang membuat Scarlett menikahi Rhett adalah karena Rhett mampu membuat Scarlett sadar bahwa ia tidak dapat menolak Rhett.

dan dalam kasus ini, Rhett mampu memberikannya kepada Scarlett

ya. Rhett mampu membuat Scarlett tak dapat menolaknya lebih lama lagi.

PS.
Mbak, komentarnya mencerahkan. Daisuki. ^-^
___________

Arm

saya penasaran bagian yang itu. Bisa dijelaskan tanda2nya seperti apa?

Oh. tentu saja tidak akan saya beritahu. Sampai kapan pun.Kalo bener-bener penasaran baca sendiri. Nothing seek nothing find. Begitu kata pepatah :mrgreen:

btw, sebenernya saya gak pantes ngomong banyak2 soal cinta, keiken dewa arimasen

Hontou ni? :cool:
Tapi, terlepas dari pengalaman atau tidak secara praktek, semua orang berhak mengemukakan pendapatnya soal Cinta. Jaa, Feel free to share. :P

_________

Lumiere

Hohoho jangan2 pola pikir kita sama

really? *kedip-kedip*
saya bahkan berfikir untuk menemukan cowok dengan prinsip “I want you and I’ll make you want me too” gak jauh-jauh dengan tipenya Rhett lah :mrgreen:
Secara saya ke cowok suka bersikap, “Show me that you want me, and made me believe that you’re the one. And If you can’t, just leave. I don’t need you by my side.” :twisted:

*menertawakan diri sendiri*

Ada baiknya kalo kita lebih menghargai diri kita sendiri. Apapun yang kita pikirkan, itu hak kita. So, just easy ;)

Maka kau sendiri yang memilih untuk menjatuhkan hatimu pada siapa (kesimpulan ngawur) begitukah?

Mungkin saja. Kau sendiri yang memilih akankah mengikuti perasaan dan memilih untuk mencintainya atau —-setelah dengan beberapa pertimbangan, mencegah perasaan itu berkembang dan menyingkirkannya seperti sampah. (kenapa saya jadi jahat ya? 0_o”\)

Kalo dikasus saya,
Maka saya sendiri yang akan memutuskan, apakah saya akan terus bertahan sampai bertemu cinta serta menolak perjodohan sampai umur berapapun dengan mengabaikan suara-suara sumbang dari pihak keluarga,(sukur-sukur ketemunya cepet) atau menyerah pada usia dan menikah tanpa cinta atau dengan cinta yang dipaksakan atau dengan cara apapun yang membuat saya mau menikahinya. *tersenyum senjang*(frustrasi)

Leave a Reply

La DolCe VitA

***
~Irrashaimase~

sakura

Saya ucapkan 'Selamat Datang' pada pengunjung blog saya, semoga mendapatkan sesuatu dari apa yang saya tulis dan ceritakan

Tujuan utama blog ini adalah untuk melatih pemiliknya dalam menulis 'dalam format yang lebih baik' serta alat untuk menyalurkan semua aspirasi yang dimilikinya.

a little bit about me, see ThiS is m3

Disclaimer

Semua tulisan yang ada di dalam blog ini ASLI berasal dari pikiran, pengalaman, hayalan dan perasaan yang saya alami dan miliki, dan mungkin beberapa diantaranya terinspirasi oleh Tulisan penulis lain dalam berbagai bentuk. So. Tanpa mengurangi rasa hormat, dilarang berat menyadur, men-copy, atau apapun namanya segala hal yang terdapat dalam blog ini, kecuali dengan izin dan mencantumkan keterangan dengan jelas.

Selanjutnya, Tulisan di sini tidak ditujukan untuk menghina atau mendiskreditkan siapapun. Tapi kalo ada yang ngerasa, kesalahan bukan terletak pada saya.

More see Licence

Categories

 

July 2009
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031