Horocuxs

Ketidaktahuan Membawa Hikmah

Posted by: Snowie on: July 14, 2009

Baiklah, sebelum kita memulainya, untuk membuat suasana yang pas, mari kita putar Clair de Lune-nya Debussy. (I like this musik xP )

Hari itu, Sabtu 12 Juli, di subuh yang dingin, seseorang mengetuk pintu kamarku, Oh, ternyata itu bundaku. “Nih, ada yang nelpon” katanya. (ternyata handphone ku tinggal di ruang tengah saudara-saudara) akupun menjawab telepon tersebut dengan kondisi sebagaimana orang yang baru saja bangun tidur, menjawab telpon sambil berusaha mengumpulkan nyawa. :mrgreen:
“nnngg, ya…, siapa nih? Tumben telpon pagi-pagi?
Apa? Jalan-jalan? Ke mana? Jam berapa? Oh, iya.baiklah. Aku ikuuuuuttt!!!!”
.
.
.
Kami berangkat dari Pariaman sekitar jam 6.45 pm menuju kota Bukittinggi. Berhubung hari itu ternyata malam minggu, kami kesulitan menemukan penginapan yang kosong karena tidak reservasi sebelumnya. Semua penginapan yang berada di pusat kota Bukittinggi sudah terisi penuh. Kalaupun ada yang kosong jumlah kamarnya tidak mencukupi untuk kami tempati. Secara kami rombongan.
Setelah berputar-putar sekian lama, akhirnya mobil kami berhenti di salah satu Hotel dan berasil untuk mendapatkan penginapan. Sebut saja hotel V. Saat itu sekitar pukul 10 malam.

Walaupun di plang nama tertulis HOTEL, tapi anda jangan berfikir kalo suasananya bakal semewah yang bisa dibayangkan. Hotelnya berbentuk rumah yang mana lantai 3 sebagai lantai tertinggi. Setelah melewati ruang resepsionis, Anda akan menemukan ruangan cukup luas yang di isi dengan beberapa sofa yang menghadap ke TV, dan dibelakangnya terlihat dapur. Selanjutnya, ada sekitar 2 kamar tidur yang teletak di samping kiri kanan ruang TV tadi. Di muka salah satu kamarnya ada terdapat kolam hias.

Karena memang ini adalah pertama kalinya saya nginap di Hotel, jadi saya tidak mengharapkan sesuatu yang lebih. Saya hanya berfikir bagaimana bisa mendapat penginapan yang nyaman dan tidur dengan tenang. Itu sudah cukup (Toh, saya dibayarin xP ) Saya mendapat kamar di lantai 3 bersama beberapa orang teman. Setelah selesai berbenah, saya merasa haus. Saya keluar bersama seorang gadis kecil yang biasa dipanggil “kakak”, yang juga ikut dalam rombongan, untuk mencari minum. Setiba di laintai 2 saya melihat seseorang yang dari gelagatnya merupakan penghuni tetap hotel, dan sayapun menanyakan padanya bagaimana caranya untuk saya bisa mendapatkan segelas air putih. Ia mengatakan bahwa itu termasuk layanan kamar dan sayapun diminta untuk menunggu saja di kamar.

Setelah sekian lama menunggu, yang diminta pun tak kunjung tiba, akhirnya saya memutuskan untuk kembali turun dan mengambil langsung minuman itu. Kali ini saya ditemani oleh –sebut saja– Uni Rita. Saat itu sekitar jam 11 malam. Ruangan di luar sudah sangat sepi. Yang terdengar hanya bunyi suara tipi yang masih memutarkan berita seputar meninggalnya Michael Jackson di ruang duduk. Di sana kami hanya menemukan seorang wanita setengah baya yang tampak kurus dan menderita sedang menyaksikan tayangan TV tersebut. Karena tidak ada pilihan lain, sayapun kembali menayakan perihal air minum. Dengan sangat kesusahan ia bangkit berdiri. Tubuhnya terlihat sulit digerakkan. Ia menggigit bibir bawahnya saat sedang berusaha berdiri. Melihat itu saya jadi berfikir, apakah ibu ini kena serangan struk ya? tapi kenapa malam-malam begini masih menonoton TV? sendiri lagi. Sebenarnya tidak tega melihatnya, tapi kami tidak punya pilihan lain. Akhirnya dengan susah payah beliau berhasil mengeluarkan dua buah gelas dari dalam lemari. Saya pikir, dengan gelas ditangan itu saja sudah cukup, maka saya berinisiatif dengan mengatakan bahwa kami akan menuangkannya air minum kami sendiri.

Saat beranjak dari ruangan tersebut menuju ke kamar, saya sempat berbisik pada Uni Rita.
“Ni, bikin cerita yuk. bagaimana kalo kita membayangkan kita menginap di hotel berhantu dan…”
“Hus, jangan ngomong sembarangan”
“Ah, Uni. Kan seru. kayak yang di pilem-pilem”
.
.
Tapi, berhubung yang diajak ngobrol terlihat tidak senang bercampur sedikit takut, sayapun menutup mulut dan kembali ke kamar dalam diam. Sementara perasaan saya mengatakan suasanan hotel tempat kami menginap benar-benar bisa digunakan sebagai seting cerita penginapan berhantu, ditambah lagi dengan penampakan ibu barusan. Pokoknya cocok. Dan biasanya, saya memiliki feeling yang jitu.

Setibanya di kamar, kami ngobrol sembari menunggu mata mengantuk. Sayang, ketika obrolan berakhir saya tak jua merasakan kantuk. Akhirnya saya memilih fesbukan sebentar. Sekitar jam 1 dini hari baru saya mulai bisa memejamkan mata. Di luar terdengar suara anjing melolong.

***

Jam Gadang Bukittinggi-SumBar

Jam Gadang Bukittinggi-SumBar

Pada hari Seninnya, hari pertama tahun ajaran baru. Sehari setelah kembali ke Pariaman.Saya berbagi cerita pada salah seorang teman tentang pengalaman saya menginap di holel tersebut. Awalnya hanya cerita bagaimana akhirnya saya bisa juga merasakan liburan yang sesungguhnya. Saat Saya mengatakan di mana kami menginap dan diapun berseru.
“Apa! di holel V? Ah, itu gak Ok.”
“kenapa?” saya balas bertanya.
“Ah, kakak nggak tau. Kalo Ila, nggak bakal mau nginap di sana. Biarlah Ila tidur di mobil di depan Jam gadang dari pada harus nginap di sana.”
“memangnya kenapa? tempatnya gak jelek banget kok. Lumayanlah…”
“Kakak ngak tau sih. Tempat itu kan angker. Tempat pembunuhan itu di sana. Dulunya, tempat itu kan rumah. Satu keluarga dibunuh semua oleh perampok. Tapi, ada satu anak yang nggak sampai mati. Dia yang cerita ke orang-orang. Setelah kejadian itu, nggak ada lagi yang tinggal di sana. Akhirnya sekarang dirubah jadi hotel. Teman-teman Ila yang kosnya deket sana sering lihat penampakan anak-anak kecil heboh lari-lari di rumah itu. Padahal kan sebenarnya rumah itu sepi.”
“WHATTTT! PEMBUNUHAN!? HANTU!!!!?? Oh”
“Iya. mana mau orang nginap di sana. Coba perhatikan siapa saja yang nginap di situ selain kakak dan rombongan, ada gak?”
“entahlah, tapi emang, paginya kakak nggak ngelihat banyak orang. kalopun ada mereka sepertinya bukan tamu.” Saya berujar sambil menahan ngeri di hati.
“Ha, tu khan. Orang semua udah pada tau. Di sana kawasan angker.”
“hooo, pantes. sepi. Heran juga sih kenapa kami bisa menemukan penginapan yang banyak kamar kosongnya sementara di tempat lain pada penuh semua.” (sikap cuek saya yang kebangetan itu berguna di sini)
“kakak ada ngelihat hal-hal nggak biasa nggak di sana?”
“rasanya enggak. Emang sih, ngerasa suasana yang agak gemana waktu malem, tapi kakak mikirnya, mungkin karena kakak aja berlebihan karena suka membayangkan yang aneh-aneh. tapi syukur juga kakak nggak tau. kalo kakak sampe tahu sebelumnya, tapi dengan terpaksa harus nginap di sana juga, bisa-bisa kakak menderita ketakutan.”

***

Yah, begitulah saudara-saudara. Ternyata akhir pekan saya di habiskan dengan bermalam di tempat yang terkenal angker. Sebenarnya Saya agak ngeri kalo diceritakan soal hantu. Walaupun sendirinya juga suka membayangkan yang aneh-aneh.

Teorinya begini, karena hanya dipikirkan, dengan kata lain imajinasi, saya nggak takut. Saya nggak pernah takut dengan apapun yang keluar dari pikiran saya sendiri dan berfikir, “Ah, itu khan cuma khayalan saya saja, dibuat-buat, nggak mungkin nyata.”

Berbeda dengan cerita atau ada seseorang yang bercerita mengenai penampakan roh halus. Ada unsur “kepercayaan” di sana. Percaya bahwa adanya penampakan-penampakan roh halus itu nyata adanya. Itu membuat bulu kuduk saya meremang.

Alasan itu juga, kenapa saya takut sama film horor Indonesia, seperti yang saya bahas [di sini]. Alasannya, cerita horornya dekat dengan kehidupan sehari-hari. Cerita-cerita yang sering didengar dari mulut ke mulut.

Jadi, intinya,

ada kalanya tidak mengetahui adalah sebuah berkah, dan tahu terlalu banyak bisa jadi bencana.

Setidaknya, karena akhirnya tahu juga dan merasa ketakutan sesudahnya, saya udah jauh dari tempat itu. Kadang, rasa takut itu seperti candu. Memiliki pesona tersendiri. Takut, tapi penasaran juga. Pengen juga. Jadi inget Curiousity kills the Cat-nya Arm.

Dan saya bisa mengerti dengan jelas kasus-kasus pembunuhan oleh para hantu yang terjadi pada pendatang baru yang tidak tahu apa-apa yang di pilem-pilem. Karena tidak tahu, mereka jadi tidak waspada. Ini kontra dengan pernyataan di atas sih. Yang tidak mengetahui adalah sebuah berkah.

Selanjutnya, setiap sisi kehidupan itu berpasangan. Di satu sisi baik, namun di sisi satunya lagi buruk. Di dunia ini sepertinya tidak ada satupun kebenaran yang mutlak untuk menjawab semua kasus yang berbeda, selain Tuhan tentu saja.

11 Responses to "Ketidaktahuan Membawa Hikmah"

hoo… jadi yang bener2 berlibur-nya itu hari minggu-nya? itu udah check-out dari hotel, kan ya, harusnya…

nah pas minggu paginya melihat si “penghuni tetap” di lantai 2 dan wanita setengah baya yg mengambilkan gelas itu tampak lagi atau ngga?

dan sepertinya dapet murah ya biaya hotel-nya itu ^^ biasanya kalo angker malah dapet murah :P

yeah.. ignorance is a Bliss..

Ya kan kasian juga pengusaha hotelnya klo nggak laku gara2 gosip hantu padahal aslinya ga ada apa2

Dan karena sudah ada yg bisa check out dari hotel dengan selamat, klo kesana bisa jadi alternatif tempat nginep yg murah dan dijamin nggak penuh *backpacker mode on*

:: Arm

Iya, kami check out minggu siang, qabla zuhur. Tp, waktu yg sabtu malam, personally udah saya itung liburan lho. Secara saya suka bgt berada di suasana perjalanan waktu malam hari. Juga waktu kami singgah di Padang Panjang untuk dinner. Wonderful deh pokoknya. :oops:

nah pas minggu paginya melihat si “penghuni tetap” di lantai 2 dan wanita setengah baya yg mengambilkan gelas itu tampak lagi atau ngga?

Sebagai reaksi pertama, Saya histeris waktu teman saya di atas menanyakan hal yg sama. Tapi baru setelah dipikir lagi saya mengatakan, “ya, saya melihat ibu itu paginya. Tapi tdk dengan wanita di lantai 2. Tp mungkin dia masih di kamar atau apa. Tp saya yakin dia manusia. Secara saya lihat dia lagi make komputerkok waktu saya tanya.

Gak. Setelah saya tanya sama yg byr, hotelnya lumayan mahal. Bahkan teman sy blg kami bisa dapat hotel yang lebih murah tanpa embel2 cerita hantu. Tapi apa mo dinyana, karna datang udah kemalaman, kami gak punya banyak pilihan. Hari itu hotel2 lain udah full.

____

:: Lumiere

Seems like that. :P

____

:: TamaGo

Belum tentu gak ada apa2. Kami gak diganggu mungkin karena kami orang baek2 :mrgreen:

FYI, Seperti yang saya bilang sama Arm. Ada hotel lain dengan biaya cuma setengahnya plus tanpa embel-embel hantu. Lagian hotel t4 kami nginap agak jauh dari pusat kota lho. Itu karna bisa dibilang “nginap di sana atau di mobil” :mrgreen:

itulah makanya kita selalu diingatkan untuk menjadi manusia yang pandai bersyukur…
salam………………….

hooo.. serem juga, pas udah tau ceritanya

jadi pengen nginep di bukittinggi lagi, tapi bukan di hotel V itu. Apa sih kepanjangannya, mbak? pm aja deh :mrgreen:

:: indra 1082

Ya, dengan bersyukur membuat hidup lebih indah dan mudah ^^

Salam kembali…. :)

____________

:: Takodok!

jadi pengen nginep di bukittinggi lagi, tapi bukan di hotel V itu. Apa sih kepanjangannya, mbak? pm aja deh :mrgreen:

udah tau jawabannya khan…. *kedip-kedip* :mrgreen:

bersyukurlah karena mbak Snowie nggak tahu, saya juga ingin seperti itu. Tidak tahu.. tapi apa daya :sad:

Saya nggak perlu ke hotel kalo mau liat yang “seperti itu”
cukup nongkrong di depan jendela kamar dan menatap lurus ke depan, “pemandangan itu” sudah sangat jelas terlihat

^

Saya nggak perlu ke hotel kalo mau liat yang “seperti itu”
cukup nongkrong di depan jendela kamar dan menatap lurus ke depan, “pemandangan itu” sudah sangat jelas terlihat

WHOAAAAA! mengerikan.

Bersyukur gak ada yang begitu kejadian sama saya. Mungkin karena Sayanya cuek banget, jadi sang ‘itu” sebel karena dicuekin terus. Gak berhasil :P

Gak tau deh. Adek saya katanya sering digangguin. Tapi saya Alhamdulillah, gak merasa ada hal yang ‘aneh’ di sekitaran rumah. :mrgreen:

Bersyukur gak ada yang begitu kejadian sama saya. Mungkin karena Sayanya cuek banget, jadi sang ‘itu” sebel karena dicuekin terus. Gak berhasil

saya juga tidak digangguin sebenarnya, walaupun “mereka” menampakkan dirinya, hanya saja saya kurang menyukai “kemampuan” itu. walaupun saya akui kadang-kadang kemampuan itu cukup membantu saya :roll:

^
Whoa, jadi Rukia punya kemampuan Vision ya?
Apa lagi Bali ya. Khan di sana sering ada ritual2 ghaib yang dilakukan penduduk setempatkan ya.

Gak enak bgt kyknya. Secara ghost versi indo standar khan gak ada yang cakep. :mrgreen:

Leave a Reply

La DolCe VitA

***
~Irrashaimase~

sakura

Saya ucapkan 'Selamat Datang' pada pengunjung blog saya, semoga mendapatkan sesuatu dari apa yang saya tulis dan ceritakan

Tujuan utama blog ini adalah untuk melatih pemiliknya dalam menulis 'dalam format yang lebih baik' serta alat untuk menyalurkan semua aspirasi yang dimilikinya.

a little bit about me, see ThiS is m3

Disclaimer

Semua tulisan yang ada di dalam blog ini ASLI berasal dari pikiran, pengalaman, hayalan dan perasaan yang saya alami dan miliki, dan mungkin beberapa diantaranya terinspirasi oleh Tulisan penulis lain dalam berbagai bentuk. So. Tanpa mengurangi rasa hormat, dilarang berat menyadur, men-copy, atau apapun namanya segala hal yang terdapat dalam blog ini, kecuali dengan izin dan mencantumkan keterangan dengan jelas.

Selanjutnya, Tulisan di sini tidak ditujukan untuk menghina atau mendiskreditkan siapapun. Tapi kalo ada yang ngerasa, kesalahan bukan terletak pada saya.

More see Licence

Categories

 

July 2009
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031