The Butterfly Effect

Well, okay. I should write this right away. You know, before I’m changing mood.

Change one thing, change every thing.
~ the butterfly effect

For one reason, I visited one of the original CD’s rental in my town. I was looking for a film to rent when I saw CD’s cover entitled “The butterfly effect”. I was quite confuse about the tittle. What does it mean? What is the butterfly effect, actually? Did I ever heard or seen this term, before? Eventhough I didn’t understand about the title, but something made me to take it. Yeah, I don’t know what it is, but my intuition told me that is a good film to watch.

Enough with the english. Now, I’m gonna tell you about the movie in Indonesian. Here we go. So, watch it carefully ;)

Ceritanya dimulai dengan seorang pria yang seperti sedang dikejar-kejar sesuatu. Ia memasuki sebuah ruangan, lalu mengunci ruangan tersebut dari dalam, dan pergi ke bawah meja untuk menuliskan sesuatu yang seperti jurnal atau pesan di sebuah kertas.

Kemudian cerita kembali ke masa 13 tahun kebelakang, dimana sang tokoh yang bernama Evan masih berumur 7 tahun dan mengalami sebuah penyakit “gangguan otak” yang mengakibatkan ia memiliki “lubang” pada ingatannya. Disanalah semuanya dimulai. Satu kejadian buruk mengakibatkan hal buruk lainnya terjadi hingga 6 kemudian, sebuah kecelakaan peledakan BOM membuat Lenny, salah satu teman Evan mengalami gannguan mental. Setelah itu masuk ke cerita 7 tahun berikutnya, Evan membaca kembali jurnal-nya dibagian yang mana ingatannya “kosong”. Tindakan itu membawa ingatannya kembali kepada masa tersebut dan ia meraih kembali ingatannya yang hilang. Tapi, ada sebuah perbedaan, saat ia kembali mengingat masa lalunya, ia bisa merubah kejadian itu di satu titik tertentu.
.
.
.
dan di sanalah masalahnya. Setiap ia merubah satu kejadian di masa lalunya untuk menyelamatkan sesuatu, maka pada hasilnya, sedikit perubahan yang dilakukannya mengakibatkan perubahan banyak hal di kemudian hari.
.
.
Well, I don’t want to tell you more about the story line, I’ll straight to what I got after watching that movie. Ya, ini tentang sebuah kejadian kecil di satu masa sangat menentukan kejadian di masa berikutnya. dan pengetahuan ini menyengat kesadaranku. Aku tidak bisa menghentikan kepalaku untuk berfikir tentang teori relatifitas quantum. Tentu saja sejauh yang aku pahami. Ah, entah kenapa aku mulai tidak meyukai menggunakan istilah fisika untuk tulisan seringan ini. but, what can I do to help it? :P

Jadi begini, hidup kita ini ternyata memiliki jutaan kemungkinan. Setiap kita melangkah terbentang jutaan (lebay) kemungkinan jalan hidup. Setiap langkah atau tindakan kita akan mengarahkan pada satu cerita hidup tersendiri. Di satu sisi memperlebar jalan untuk satuhal, sekaligus menutup jalan untuk kemungkinan hal yang lain. Bila seandainya saja bisa kita merubah apa yang sudah dilakukan pada masa lalu, maka satu perubahan kecil akan mengakibatkan berubahan besar dimasa yang akan datang, namun dengan konsekwensi yang mungkin tidak dapat kita perkirakan.

lalu, dimana pentingnya? bukankah kita memang tidak bisa mengubah apa yang telah terjadi? Benar. tapi kita bisa “sedikit” berperan untuk masa depan kita sendiri. Karena apapun yang kita lakukan hari ini, akan memiliki andil untuk cerita masa depan kita nanti. (ngomong-ngomong jadi ingat lagu kisah klasik untuk masa depan-nya Sheila on 7. :mrgreen: )

Yah. Aku telah memikirkan kemungkinan ini. Terutama mengenai hidupku sendiri dan beberapa orang terdekatku. Aku mencoba menganalisis beberapa hal yang telah terjadi dalam hidupku, dan memikirkan kemungkinan perubahan keadaan yang akan terjadi kalo seandainya saja ada beberapa hal-hal tertentu yang terjadi tidak seperti yang sudah berlalu. Dengan demikian. dengan apa yang ada saat ini, aku mulai mempertimbangkan langkahku untuk yang kedepannya. Aku mencoba dengan sadar untuk melakukan apa yang ingin aku lakukan atau tidak aku lakukan.

Contoh kecilnya saja, satu pilihan makanan yang aku makan hari ini, akan mengakibatkan satu kondisi kesehatanku dimasa yang akan datang. Pilihan buku yang aku baca atau film yang kusaksikan hari ini, akan mempengaruhi jalan hidupku untuk masa yang akan datang. Satu tindakan kecil terhadap seseorang hari ini, juga akan memiliki andil dalam pembentukan “cerita” hidupku pada masa yang akan datang.

Tentu saja ada banyak contoh lain yang bisa diambil. Tapi semua itu mengacu pada pernyataan bahwa;

Tindakan apapun yang kita lakukan hari ini, akan menentukan bagaimana hidup kita dimasa yang akan datang.

The butterfly effect.
Namun, dengan tidak melupakan satu hal, yaitu keyakinan. Keyakinan bahwa pada dasarnya, diantara banyaknya pilihan, Tuhan telah “menunjukkan” jalan yang terbaik buat kita tempuh. Tapi, pada akhirnya, Tuhan juga memberikan kebebasan pada kita semua untuk memilih jalan-jalan yang lain. Namun, jangan salahkan Tuhan, saat kita memilih jalan lain tersebut, hal-hal tidak berjalan dengan memuaskan. Atau setidaknya, kita tidak dapat merasakan kebahagiaan dalam pilihan kita itu dengan sempurna.

Satu hal lagi, kita juga harus mengetahui kunci kebahagiaan kita yang sesungguhnya. Dan mulailah melangkah dari sana. kenali diri mu maka kau akan kenali Tuhan mu.

Satu pesanku, tentukanlah jalanmu. Melangkahlah dari sana, dan jangan menyesal. Karena apapun yang kau lakukan dalam hidupmu, itu karena kau telah memilihnya begitu.

20 Comments »

  1. Snowie said

    Rasanya ada yang kurang. Apa ya?

  2. Zephyr said

    Ada yang kurang? Apa karena tak menyinggung akting ashton k dan amy smart? Sutradara? Sinematografi? Jalan cerita? sok tau mode on :)

  3. jensen99 said

    Keyakinan bahwa pada dasarnya, diantara banyaknya pilihan, Tuhan telah “menunjukkan” jalan yang terbaik buat kita tempuh. Tapi, pada akhirnya, Tuhan juga memberikan kebebasan pada kita semua untuk memilih jalan-jalan yang lain.

    Jadi, sebenarnya pilihan itu ada atau tidak? :mrgreen:

  4. Snowie said

    :: Zephyr

    Bukan. Saya memang gak ngerti soal sinematografi atau sejenisnya. :P

    Saya ngerasa kurang di bagian pesannya. Tp, tepatnya di mana, jg gak tau. :P

    ___

    :: jensen99

    *gak bisa ngakses linknya* :-?

    Tp, jawabannya adalah, ada.

    Tapi, tentu saja hanya ada satu pintu keluar yang selamat. ;)

  5. jensen99 said

    @ Snowie

    Linknya gak kebuka? Kenapa? :?
    Sayang sekali, padahal itu penuh dengan bahan pertimbangan (atau sekedar nambah2 info) buat snowie sebelum njawab pertanyaan saya itu. ;)

  6. Hanster said

    Hayooo…
    Apa itu yg kurang… ^_^

    Ga bung di forum q yuk..
    Kita ngobrol2 dsna bersama teman yg lain.. ^_^
    http://wordfusion.co.cc/forum

  7. Arm said

    wah.. saya sudah nonton ini film beberapa tahun lalu, ada The Butterfly Effect 2 juga lho (tapi IMO ga sebagus yg pertama, cuma ketolong si seksi yg jadi Lois Lane di Smallville :P )

    @jensen99 :
    pilihan itu ada pada kita sendiri IMO :mrgreen:
    Tuhan memberikan berbagai pilihan dari segala kemungkinan yang ada (segalanya, semuanya, tak terbatas), tetapi tetap memberikan batas2 logika dan realitas untuk kita pertimbangkan, mampu ngga kita lakukan.. :)
    perkara Tuhan Maha Tahu seperti di link postingan itu, ini susah, tergantung kepercayaan masing2 :lol:
    menurut kepercayaan saya sih Tuhan emang tahu segalanya, tapi lebih ke “tahu semua kemungkinan apa2 yg bakal kita perbuat dan tahu segala konsekuensi dari segala tindakan kita”. Dia cenderung membiarkan dan hanya melakukan sedikit “campur tangan” kalo dirasa-Nya perlu, misalnya Dia sayang ama si manusia itu :cool:
    diskusi gini emang jadul tapi ga ada habisnya, dan susah diambil kesimpulan karena pada akhirnya tergantung pada keyakinan masing2 :P
    kalo mengenai konsep ke-Maha Tahu-an Tuhan, saya suka mengasosasikan dengan sopir angkot, “hanya Tuhan dan dirinya sendiri yang tahu” :cool:

    mengutip lagunya Oasis (yg videoklipnya suasana kota Manchester :P ), “we’re part of The Masterplan” :roll:

    lagi deh

    “just take what you need, and be on your way and stop crying your heart out.. ” ~ ini lagu ada di ending film ini :mrgreen:

    *sayang Oasis bubar* :(

  8. itikkecil said

    saya percaya kalau satu tindakan kecil bisa mempengaruhi masa depan kita…
    *pengalaman pribadi*

  9. hikkkssssss……..saya belum pernah nonton film ini sekalipun…..

  10. jensen99 said

    @ Arm

    Halah, malah kamu yang jadi serius begitu.. :lol:

    *sama2 meratapi Oasis bubar*

  11. Snowie said

    ^

    Halah, malah kamu yang jadi serius begitu.. :lol:

    Iya. saya juga heran. :P tapi, seneng juga sih. :lol:

    *sama2 meratapi Oasis bubar*

    Sudah. Tidak ada gunanya meratapi yang telah berlalu. :twisted:
    Life must go on. :mrgreen:

    ***

    :: jensen99

    Link nya gak kebuka? kenapa?

    Bisa ternyata. :mrgreen:
    Gak tau, kemaren itu waktu dicoba beberapa kali tapi gak mau mbuka gitu. :-? Mungkin waktu itu cuma masalah jaringan. :P

    padahal itu penuh dengan bahan pertimbangan (atau sekedar nambah2 info) buat snowie sebelum njawab pertanyaan saya itu ;)

    Iya, udah saya baca. :) Saya lumayan sependapat dengan kesimpulan pada dua komen awal yang diberikan cahgendeng. Tapi, sayang dia nyerah di argumen berukutnya. :P

    Ngomong-ngomong, saya tetap mengatakan.Iya. Pilihan itu ada. Dan manusia memiliki kehendak yang bebas dalam menentukan pilihan hidupnya. Tolong perhatikan, saya bilang “pilihan”, bukan hasil. ;)

    Di sana, membahas tentang paradok antara freewill dengan Kemaha Tahuan Tuhan kan?
    Begini Bang jensen, Saya sendiri memang masih bingung dengan korelasi antara keduanya. Tapi, seandainya kita, manusia, tidak memiliki kehendak atau pilihan dalam menjalani hidup di dunia ini, maka itu sungguh SANGAT tidak adil. u_u

    Menurut keyakinan saya, bagaimana dengan manusia yang melanggar hukum Tuhan? atau mereka-mereka yang memiliki keyakinan agama yang berbeda dengan saya, kalo mereka gak punya pilihan dalam menganut agama, kalo mereka harus sampai mati memilih agama mereka itu dan akhirnya masuk neraka, hanya karena Tuhan menetapkan begitu dari sananya, dari sebelum ia dilahirkan atau dari kapanpun itu apakah itu adil? Para atheis itu, apakah mereka juga kehendak Tuhan? Tidak.

    Tidak mungkin Tuhan dengan sengaja memasukkan hamba-Nya kedalam Neraka-Nya tanpa diberi pilihan sebelumnya. Tanpa ada kesempatan membela diri. Itu akan menyalahi konsep yang menyatakan Tuhan itu Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

    Sekali lagi saya katakan, ya, pilihan itu ada, Bang jensen. :)

    ______________

    :: Hanster

    Trim’s atas undangannya. ;)

    ______________

    :: Arm

    Betterfly effect 2? Ah, gak tertarik.

    Kalo judul filmnya sama, berarti pesannya juga masih sama khan? :P dan Saya pikir saya gak begitu menyukai adegan dan para pemainnya. Yang bikin saya mau bikin Postingannya, ya karena itu tadi, pesannya. :mrgreen:

    *baca komen Arm untuk Senior jensen*

    WOW! Gak nyangka Arm punya pendapat begitu. Maksud saya, saya pikir Arm gak tertarik tentang bahasa yang seperti itu. :mrgreen:
    Saya hampir sepenuhnya setuju dengan pendapat Arm tsb.

    Btw, apa sih hikmah sopir angkot itu? Rasanya pernah baca deh Arm mengasosiasikan Sopir angkot dengan sesuatu.

    Gak ngerti, jelasin dong apa maksud dari “hanya Tuhan dan dirinya sendiri yagn tahu”?
    dan juga, kenapa juga musti sopir angkot?
    ____________

    :: itikkecil

    saya percaya kalau satu tindakan kecil bisa mempengaruhi masa depan kita…

    Saya juga Mbak, ^.^
    Itu sebabnya, saya mulai berusaha untuk mempertimbangkan setiap tindakan saya. Biar nggak nyesel nantinya ;)

    *pengalaman pribadi*

    kalo gak salah ini termasuk dalam konsep, “yakin kalo gula itu manis, setelah merasakan sendiri manisnya gula, bukan karena ada yang mengatakan bahwa gula itu manis”.
    Begitu khan, Mbak? :)
    ___________

    :: fashion and style

    Tenang saja. Film ini bukan film langka kok. ;) Kalo emang mau nonton, mbak masih bisa menemukannya kok di tempat-tempat yang menyediakan CD or DVD. ;)

  12. Kurotsuchi said

    errr… malah jadi inget judul fim “Chain Reaction”, meski kontennya beda banget sama filem yang satu ini. lagian, kenapa kupu? :???:

    i tried not to look back to my past, because it’ll make my step forward become heavier… sebenarnya kalo dipikir2, kalo bisa menjungkir balikkan alur sang waktu, ada banyak hal yang ingin saya ubah di masa lalu, sehingga SETAHU saya, ADA KEMUNGKINAN KEHIDUPAN SAYA BISA JADI LEBIH BAIK DARIPADA SEKARANG. e tapi saya sadar, masa lalu adalah masa lalu, sesuatu yang menjadikan diri kita seperti sekarang ini. kalaupun ada banyak hal2 yang kurang menyenangkan di masa lalu, at least, itu adalah pembelajaran sekaligus penguat bagi diri ini.

  13. Snowie said

    ^
    Kenapa kupu? IMO, karena sayap kupu2 itu begitu lemah dan rapuh. Cobalah sentuh, sayap kupu2 juga mudah rusak dan hancur.

    Tp, dari istilah film itu, satu kepakan lemah dri sayap kupu2 bisa mengakibatkan taifun di setengah belahan bumi. that explains what The butterfly effect mean. :P

    e tapi saya sadar, masa lalu adalah masa lalu, sesuatu yang menjadikan diri kita seperti sekarang ini

    Nah, oleh karena itu, diri kita yang akan datang adalah hasil dari apa yang kita lakukan saat ini.

    So, agar jangan ada penyesalan di kemudian hari, watch your steps and do your best. ;)

    Poin is, kalo mau kehidupan yg lbh baik dari yg sekarang ini, berUBAHlah!
    Karena sedikit perubahan, akan berakibat banyak. The butterfly effect. ^-^

  14. konayuki said

    aku lebih senang menyebutnya sebagai polynomial tree.. dimana dari setiap batangnya kita diberi kesempatan untuk memilih batang mana lagi yang akan kita pilih dan dari batang yang kita pilih kita diberikan kesempatan lagi untuk memilih batang mana lagi yang akan dipilih..begitu seterusnya..jadi pilihan awala kita akan menetukan langkah kita kedepan.. dan tiap pilihan akan memberikan hasil yang sangat berbeda dan tentu saja jika kita mencoba untuk mengulanginya kembali dari awal dengan pilihan yang berbeda maka hasilnya tentu akan berbeda…

    klo denger Buterfly effect ingetnya malah salah satu seri dari serial Heroes..hehehe

  15. Tindakan apapun yang kita lakukan hari ini, akan menentukan bagaimana hidup kita dimasa yang akan datang. <<<< setuju banget dengan yang ini

  16. Snowie said

    konayuki

    aku lebih senang menyebutnya sebagai polynomial tree…

    Ya, sepertinya ada berbagai macam istilah yang bisa digunakan untuk menjelaskan fenomena tsb. :)

    klo denger Buterfly effect ingetnya malah salah satu seri dari serial Heroes..hehehe

    Whoa, Iya. bener. Si Hiro yang melakukan time traveling buat nyelamatin dunia dari kiamat itu khan? Dengan cara menemui dan ‘menyelamatkan’ para Hero yang lain. :P

    ____________

    fashion and style

    *toss* :mrgreen:

  17. Bang Aswi said

    … hingga 6 kemudian … harusnya … hingga 6 tahun kemudian …
    Saya sangat setuju, memang perubahan atau tindakan kecil yang kita lakukan akan berefek besar pada masa yang akan datang. Satu kepakan kecil kupu-kupu telah menciptakan angin yang sangat besar. Tapi tidak setuju dengan balik lagi ke masa lalu ^_^

  18. Snowie said

    ^
    Haaa… iya. :P

    Salah satu bukti, otak bekerja lebih cepat dari tangan mengetik. :mrgreen:

    Tapi tidak setuju dengan balik lagi ke masa lalu ^_^

    kita kan normalnya mmang gak bisa merubah dan kembali kemasa lalu. ^^
    Maka dari sekarang, lakukan yang terbaik. Jangan mnyesal nantinya… ;)

  19. ^

    I hope you’re okay now.

  20. Horocuxs said

    [...] The Butterfly Effect [...]

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Comment